KUNINGAN (MASS) – Situs Taman Purbakala Cipari di Kabupaten Kuningan kembali ditegaskan sebagai salah satu penanda penting perjalanan peradaban manusia di Nusantara, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebut bahwa Situs Cipari merupakan hasil temuan arkeologis sejak awal tahun 1970-an yang mengungkap jejak kehidupan manusia pada masa prasejarah.
“Ini merupakan satu situs yang menandai perjalanan budaya peradaban bangsa kita, khususnya di Jawa Barat dan lebih khusus lagi di Kuningan,” ujar Zon usai peresmian, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, situs ini dikenal dengan temuan sarkofagus, yakni kubur batu yang tersusun dari empat lempengan batu andesit. Berbeda dengan bentuk monolit tunggal, struktur tersebut menunjukkan teknik penyusunan yang sudah berkembang pada masanya.
Zon menyampaikan, Situs Cipari berasal dari periode Neolitikum hingga Megalitiku, dengan rentang waktu sekitar 2.000 hingga 500 tahun sebelum Masehi. Hal itu semakin menguatkan bahwa Indonesia memiliki akar peradaban yang sangat panjang.
“Ini menandai bahwa peradaban kita adalah peradaban lama,” katanya.
Ia juga mendorong agar penelitian dan ekskavasi terus dilanjutkan melalui kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan arkeolog, guna membuka lebih banyak informasi mengenai sejarah masa lalu.
Museum Taman Purbakala tersebut kini telah direvitalisasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat menjadi museum yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menghadirkan alur pembelajaran.
Pemerintah berharap museum ini dapat menjadi ruang edukasi yang menarik, khususnya bagi generasi muda, sekaligus menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus mendorong pemanfaatan situs-situs sejarah sebagai ruang budaya yang aktif melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan para penggerak komunitas budaya. (didin)
















