KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR), lembaga penelitian asal Kabupaten Kuningan, menunjukkan respon terhadap program MBG, belum meyakinkan.
Pasalnya, meski lebih dari 50% responden mengaku setuju dengan program Makan Bergizi Gratis tersebut, namun angkanya tidak cukup signifikan.
Ada 44,67% warga Kuningan yang tidak setuju program MBG. Sementara 55,33% lainnya mengaku setuju akan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Selisih presentasenya tidak terlalu jauh. Hal ini mengindikasi bahwa prigram masih berada pada kondisi dukungan yang moderat,” kata Direktur Jamparing, Topic Offirstson M Pd, baru-baru ini kala merilis hasil survey.
Diamini Topic, tingkat penetimaan publik memang cukup baik namun tak sepenuhnya kuat atau dominan. Topic menilai, program ini masih perlu penguatan.
Penguatan yang dimaksud mulai dari sosialisasi, kejelasan mekanisme pelaksanaan, serta transparansi manfaat kepada masyarakat.
Alasan yang setuju, kata Topic, responden menyebut dukungan pemenuhan gizi, meringankan beban orang tua, membuka lapangan kerja, hemat jajan hingga pencegahan stunting.
Yang tidak setuju, lanjut Topic, alasannya karena pemborosan anggaran, rawan keracunan, lebih baik pendidikan gratis total, rawan korupsi, lebih baik diberikan ke ortu, hingga mengganggu kantin sekolah.
Seperti diketahui, Jamparing Reseacrh sendiri cukup sering menggelar survey di Kabupaten Kuningan. Teranyar, survey MBG ini masuk jadi salah satu yang ditanyakan, saat survey setahun kinerja Dian-Tuti. (eki)
















