Dadang Sudarsa, Manusia ‘Langka’ dari Citangtu

KUNINGAN (MASS)-  Dadang Sudarsa namanya. Sekali bertemu pasti akan hapal. Ya, pria kelahiran  Citangtu Kecamatan Kuningan 75 tahun silam itu merupakan maestro terompet Sunda. Ia masuk kategori langka karena jarang yang mahir memainkan alat yang ditiup ini.

Saking ketakutan tidak ada penerus Mang Dadang (biasa ia dipanggil), tahun 2014 Disparbud Kuningan melakukan kegiatan pewarian budaya. Ada empat orang yang terpilh oleh Mang Dadang untuk melanjutkan kemahirannya dalam memainkan terompet.

Pada Kamis (21/6/2018) malam kuninganmass.com menyaksikan langsung penampilan Mang Dadang. Rasa rindu mendengarkan lengkingan suara terompet terobati. Hebatnya lagi dalam kurun beberapa menit dia bisa tanpa menghela napas ketika memain terompet.

“Ya, saya barusan cek menggunakan  waktu bagaimana lamanya  Mang Dadang meniup terompet tanpa berhenti. Salut! Kuningan harus bangga mempunyai maestro terompet seperti ini,” ujar Ali salah seorang tamu di lokasi hajatan warga di Kelurahan Awirarangan.

Bagi yang kurang suka dengan lengkingan suara terompet mungkin akan biasa, tapi sebaliknya bagi yang suka akan sangat menikmati. Mang Dadang sangat indah memainkan terompet Sunda. Jangan salah bukan hanya di Kuningan, di Jabar pun yang mahir seperti Mang Dadang minim.

Suatu ketika Mang Dadang bercerita, kecintaan kepada seni Sunda membuat tidak banyak perhitungan. Ketika ada orang memerlukan jasanya ia selalu datang tanpa memikirkan bayaran.

“Yang terpenting ada yang mendengarkan. Itu bagi saya sudah sangat bahagia. Seni Sunda harus terus dilestarikan.  Memang berat tapi akan bahagia karena mencintai kesenian Sunda sama saja menjaga warisan,” ucapnya.

Kesederhanaan Mang Dadang memberikan pembelajaran dan ia pun tidak banyak menuntut macam-macam. Baginya, semakin banyak tampil maka warga masih mencintai kesenian Sunda khususnya terompet Sunda.(agus)

 

 

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com