Baguna PDIP Minta Bekas Galian C Direklamasi

CIDAHU (Mass) – Setelah beberapa hari sebelumnya memberikan santunan terhadap korban musibah rumah runtuh di Desa Jatimulya Cidahu, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali melakukan aksi sosialnya dengen meninjau sejumlah lokasi rawan bencana. Dalam kunjungan itu, ada tiga titik berupa lokasi tambang pasir (Galian C) yang menjadi konsentrasi peninjauan Baguna PDIP yaitu Desa Cipancur, Desa Datar, dan Desa Bunder.

“Kita berharap, perusahaan pertambangan melakukan reklamasi terkait bekas galian yang sudah tidak menghasilkan tambang pasir lagi,” ucap Sekretaris Baguna PDIP, Melly Puspita SPd kepada kuninganmass.com usai kunjungan lapangan, Rabu (20/4).

Menurutnya, langkah ini sebagai upaya pendampingan kepada pihak perusahaan, agar etika penambangan dilakukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, para pengusaha tambang terus diingatkan agar melakukan reklamasi pada galian yang sudah tidak berdaya hasil untuk mengantisipasi kerusakan alam.

“Kita meninjau di sejumlah lokasi yakni tiga titik yang ada di Desa Cipancur, dua titik di Desa Datar dan satu titik di Desa Bunder,” sebutnya.

Dikatakan, dari hasil di lapangan memang merasakan takjub dan rasa syukur atas kekayaan alamnya. Sekaligus, bercampur rasa prihatin yang tinggi akibat kekayaan alam yang terus menerus diambil hanya untuk kebutuhan kelompok maupun segelintir orang saja, tanpa memperhatikan dampak secara jangka panjang.

“Jadi, ketika melihat kondisi galian C di Cipancur itu terlihat berada cukup dengan dengan pemukiman, bahkan galian itu merupakan tanah produktif dimana padi tumbuh diatasnya. Terlebih, di wilayah Datar mesin pengeruk pasir masih beroperasi mengeruk tebing yang sudah hampir mengena ke bahu jalan,” katanya.

Jika hal itu tetap dibiarkan kata Melly, lalu tanpa ada yang mengingatkan tentu aktivitas tersebut berpotensi memicu bencana amblasnya akses jalan Cidahu-Datar, sehingga menimbulkan dampak kerugian materiil dan imateriil cukup besar.

“Namun, sudah ada satu titik dimana hal itu sudah melakukan reklamasi di tengah proses penambangan, tentunya kami berharap para perusahaan pertambangan bisa mengikuti langkah serupa agar bisa menjaga kondisi alam dan lingkungan tetap lestari,” ungkapnya.

Ketua Baguna PDIP, H Sudirja mengakui, dalam kunjungan itu, pihaknya tidak ada sama sekali niatan lain selain berusaha untuk mengingatkan kepada para penambang agar tetap menjaga kelestarian alam.

“Kami, hanya menekankan kepada pemerintah agar dapat mengatur kembali prosedur operasi galian yang ditambang, hanya untuk kebutuhan masyarakat lokal, tidak untuk dikirim keluar daerah. Kami berharap kepada pemangku kebijakan untuk meninjau ulang terhadap aktifitas Galian C yang telah memiliki izin tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, rombongan Baguna PDIP itu juga melakukan survey terhadap jembatan yang rentan runtuh berada di Desa Dukuh Picung Luragung. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com