KUNINGAN(MASS) – Sudah 13 hari berlalu sejak api pertama kali terlihat di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kecamatan Jalaksana. Kini, tinggal memasuki proses pendinginan, durasi kebakaran yang memakan waktu hampir dua pekan ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib atas penyebab bencana lingkungan ini, apakah tumpukan sampah tersebut terbakar dengan sendirinya akibat suhu panas, ataukah ada unsur kesengajaan dari oknum tak bertanggung jawab?
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kuningan, AKP Abdul Azis, SH menegaskan pihaknya sedang bergerak aktif mengumpulkan bukti dan keterangan di lapangan. Proses penyelidikan kini berfokus pada pemeriksaan sejumlah saksi.
“(Terkait penyelidikan kebakaran TPSA Ciniru), Sedang melakukan klarifikasi saksi-saksi dan mendatangkan puslabfor (Laboratorium Forensik),” ujar AKP Azis saat dikonfirmasi pada Senin (24/8/2026).
Langkah mendatangkan Tim Labfor dianggap sangat krusial untuk menentukan titik awal api serta kandungan material yang memicu kebakaran hebat tersebut. Hasil pemeriksaan ilmiah dari pakar forensik nantinya akan menjadi bukti kunci apakah ada indikasi tindak pidana atau murni faktor alam.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai latar belakang para saksi serta adanya potensi kelalaian maupun kesengajaan, AKP Azis memilih untuk tidak berspekulasi lebih awal dan tetap berpatokan pada proses hukum yang sedang berjalan.
“(Mengenai latar belakang saksi-saksi maupun adanya potensi kelalaian) saksi-saksi dan masih proses penyelidikan,” tegasnya. (raqib)