KUNINGAN (MASS) – Metode menyampaikan syiar dakwah kini semakin berkembang mengikuti tren. Menyebarkan nilai-nilai kebaikan kini tidak lagi melulu harus dilakukan melalui mimbar ceramah, hal itulah yang juga diamini Septiana Moulisa, mahasiswi STISHK. Secara khusus, ia memaparkan gagasan edukatifnya mengenai metode dakwah lewat berbusana.
Septiana menilai cara berpakaian yang rapi, menutup aurat secara sempurna, sopan, dan bersih bisa menjadi bagian dari dakwah nyata sehari-hari. Penampilan yang elok dipandang mata diyakini mampu memberi kesan positif Islam sangat menjunjung tinggi keindahan dan kerapian hidup.
“Dalam kehidupan sehari-hari, cara berpakaian yang rapi,menutup aurat, sopan, dan bersih juga bisa menjadi bagian dari dakwah,” tuturnya kepada kuninganmass.com Rabu (10/6/2026).
Ia menyoroti fenomena hari ini di mana banyak anak muda atau Gen Z sangat berambisi mengejar tren berpakaian modern yang sedang viral. Namun sayangnya, karena terlalu fokus mengikuti perkembangan zaman, sebagian dari mereka kerap mengabaikan batasan nilai-nilai keislaman.
“Di zaman sekarang, banyak anak muda ingin tampil dengan outfit atau fashion yang modern dan menarik sehingga terkadang melupakan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.
Padahal, menurut Septiana, esensi penampilan dalam Islam bukan sekadar persoalan mengikuti arus gaya hidup modern. Berbusana bagi seorang Muslim merupakan bagian dari menjaga adab, kesopanan, serta menegaskan identitas diri yang sejalan dengan tuntunan syariat agama.
“Padahal, dalam Islam penampilan bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang menjaga adab, kesopanan, dan identitas sebagai seorang muslim,” paparnya.
Langkah ini disebut sebagai salah satu bentuk dakwah bil hal, yaitu menyampaikan pesan kebaikan melalui perbuatan serta contoh teladan yang baik. Tanpa perlu banyak kata, seseorang sudah memperlihatkan bahwa menjadi Muslim taat tetap bisa tampil penuh percaya diri.
“Hal ini menjadi salah satu bentuk dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui perbuatan dan teladan yang baik. Tanpa banyak kata, seseorang sudah dapat menyampaikan pesan bahwa menjadi muslim yang taat tetap bisa sejalan dengan perkembangan zaman,” tandasnya.
Diakhir ia mengingatkan agar keserasian busana tersebut wajib diimbangi dengan tutur kata yang lembut serta perilaku yang santun. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan pakaian sebagai media syiar demi mendapat keberkahan dan rida Allah SWT.
“Oleh karena itu, dakwah dengan fashion dapat menjadi salah satu cara menyebarkan nilai Islam secara sederhana di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (raqib)