Santri Kramatmulya Dibekali Digital Marketing dan AI, Peluang Kemandirian Ekonomi Pesantren Diperkuat

KUNINGAN (MASS) – Santri didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam ekonomi digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dan strategi pemasaran digital. Penguasaan teknologi ini dinilai dapat membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk pesantren, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di lingkungan desa.

Upaya itu diwujudkan melalui pelatihan Digital Marketing dan AI bertajuk “Santri Melek Digital” yang digelar di Aula Kantor Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Sabtu (24/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Kegiatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut merupakan hasil kolaborasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Kecamatan Kramatmulya, Muslimat NU, serta sejumlah mitra dan pihak terkait. Pesertanya berasal dari pondok pesantren, madrasah, remaja masjid, dan kalangan pemuda desa.

Ketua panitia pelaksana, Muhammad Rifkhan bersama Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kramatmulya, Cece Badarudin, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mengisi momentum Hari Santri Nasional dengan kegiatan yang relevan terhadap kebutuhan generasi muda.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong santri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya, membangun usaha, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kramatmulya, Neneng Nurlaela Sari MSi, mengapresiasi inisiatif pembekalan keterampilan digital bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi dapat menjadi modal penting bagi santri untuk beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

“Ini menjadi modal penting bagi santri, keterampilan digital marketing yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk mempromosikan produk pesantren, produk lokal, serta berbagai potensi unggulan desa melalui platform digital,” tuturnya.

Camat berharap, santri tidak hanya memiliki bekal pendidikan keagamaan, tetapi juga keterampilan praktis untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.

Hadir Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Nana Suhendra MPd sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi tentang empat pilar literasi digital, yakni kecakapan digital (digital skills), budaya digital (digital culture), etika digital (digital ethics), dan keamanan digital (digital safety).

Nana mengatakan, kecakapan digital tidak cukup hanya dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau menggunakan aplikasi. Pengguna juga perlu mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran konten, memahami dampak aktivitas di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam penggunaan media sosial. Santri diharapkan mampu menjaga etika komunikasi, menghormati privasi, menghindari perundungan siber, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pada aspek keamanan digital, peserta dibekali pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, penggunaan kata sandi yang kuat, kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan kode one-time password (OTP).

Turut hadir Co-Founder Brocuan.id, Mohamad Fikry Maulana, sebagai tutor praktik digital marketing dan pemanfaatan AI. Materi yang diberikan berfokus pada peluang penggunaan teknologi untuk mendukung kreativitas, membantu proses belajar, serta meningkatkan efektivitas promosi produk dan usaha. (didin)