KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan Ir I Putu Bagiasna MT, menyebut ada opsi untuk membongkar tutup sumur di Balong Keramat Cigugur.
Hal itu disampaikan Putu Bagiasna, pasca rapat koordinasi bersama Bupati Kuningan dan lintas sektor, di Balong Keramat Cigugur, Rabu (4/2/2026) kemarin.
Kenapa penutup sumur yang ada di Balong Keramat dibongkar, kata Putu, karena dituding jadi salah satu penyebab mati massalnya ikan dewa.
“Jadi menindaklanjuti apa yang diperintahkan Pak Bupati, kolam air Ikan di Cigugur ini, beberapa ikan memang mati gitu ya, salah satunya disebabkan oleh ketersediaan oksigen dan air bersih,” ujarnya.
Sebagai pengampu irigasi, ia ingin mengoreksi beberapa penyebab Balong Keramat Cigugur kondisinya seperti sekarang.
“Pertama kondisi di paling barat kolam ini ada saluran yang ditutup, saluran mata air yang ditutup tapi sampai sekarang kurang tahu penyebab ditutupnya. (Tapi) Logika kami di irigasi, kemungkinan saluran (kolam) ditutup untuk menaikan debit yang ada disini,” ujarnya sambil menunjuk tempat pengelolaan air, dan mengatakan penutupan terjadi di masa lalu.
Dikatakan PUTR, seperti yang sudah diketahui, PAM Kuningan memiliki ijin SIPA di beberapa titik wilayah Kelurahan Cigugur, pertama mata air Cigugur dengan debit 50 liter/detik, kemudian Cibangir debitnya 30l/detik, dan Citamba 16 liter/detik.
“Itu kurang lebih hampir 5000-7000 sambungan rumah. Antisipasi (dugaan) kami, ini pengaruh antara debit yang digunakan untuk komersil dan debit yang digunakan untuk masyarakat. Masyarakat disini selain masyarakat P3A mitra kami petani, juga masyarakat pelaku wisata Balong Cigugur jadi ini murni masalah pembagian-pembagian air yang harus tertib,” tegas Putu.
Terakhir kata Putu, pihaknya dengan tim irigasi akan melakukan langkah-langkah evaluasi, dengan opsi membongkar beton penutup sumur. “Dan (kami) juga akan kordinasi dengan PDAM pembagian air yang dari mata air Cigugur ini (agar) lebih tertib,” ungkapnya.
Ditanya seberapa besar debit air di Cigugur, dikatakan Putu, totalnya hampir besar 100 liter/detik. Diamini, proporsi PAM Kuningan cukup besar, sampai 50 liter/detik.
“(Kok bisa dimanfaatkan sebesar itu, bukannya masuk kawasan konservasi?) Ya ini kawasan TNGC tapi sumurnya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, petani,” tuturnya. (eki)







