Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr H Agah Nugraha MKM. (Foto: dok Dinkes)

Kesehatan

Program Rujukan Ke Rumah Sakit dan PKMK Signifikan Tekan Anak Kurang Gizi; Anemia Jadi Penyakit Terbanyak Penyerta Bayi Stunting

KUNINGAN (MASS) – Anemia jadi penyakit terbanyak penyerta yang dialami bayi stunting. Gambaran besar itulah yang terpantau Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan setelah menggelar program penanganan stunting melalui rujukan balita ke rumah sakit serta pemberian PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) seperti susu.

Report itu disampaikan langsung Ketua Pelaksana Kegiatan Program, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr Agah Nugraha MKM, Rabu (7/1/2026). Dikatakan dr Agah, dampak program intervensi yang dilangsungkan secara massif pada November – Desember 2025 kemarin itu, ribuan balita tercatat mengalami perbaikan kondisi kesehatan dan status gizinya.

Sepanjang periode pemantauan, selama November – Desember 2025 Kemaren, sebanyak 3.599 balita stunting yang dirujuk ke dua rumah sakit daerah, yakni RSUD 45 Kuningan sebanyak 1.997 balita dan RSUD Linggajati sebanyak 1.602 balita.

Dari hasil pemeriksaan itulah ditemukan sejumlah penyakit penyerta yang kerap dialami balita stunting. Dimana anemia menjadi kasus terbanyak dengan 1.097 balita atau 30,48 persen, disusul kondisi growth faltering atau perlambatan pertumbuhan sebanyak 767 balita (21,21 persen).

Selain itu, terdapat 397 balita (11,03 persen) yang menderita tuberkulosis, baik suspek maupun dalam masa terapi. Kasus lain yang turut ditemukan meliputi kelainan kongenital seperti penyakit jantung bawaan, down syndrome, mikrosefali, hingga thalasemia sebanyak 180 balita (5 persen). Sementara balita dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat 71 kasus (1,97 persen), serta limfadenopati sebanyak 46 balita (1,28 persen).

Meski begitu, dua program intervensi (rujukan rumah sakit dan PKMK) yang dilakukan Dinas Kesehatan ternyata membuahkan hasil signifikan. “Alhamdulilah, Sebanyak 2.078 balita atau 57,7 persen mengalami kenaikan berat badan, sementara 81 persen balita menunjukkan peningkatan tinggi badan, menandakan perbaikan pertumbuhan yang nyata,” ujar Kabid Yankes dr Agah Nugraha.

Tak hanya itu, perubahan status gizi juga terjadi pada bayi yang menjadi sasaran intervensi. Tercatat 128 balita yang semula berstatus gizi buruk meningkat menjadi gizi kurang. Bahkan 1.216 balita berhasil beranjak dari gizi kurang menjadi gizi baik.  Lalu, pada aspek tinggi badan, 793 balita berubah dari sangat pendek menjadi pendek, dan 373 balita berhasil mencapai status normal dari kondisi pendek.

“Capaian ini tentunya menjadi bukti kolaborasi antara Puskesmas, rumah sakit rujukan, serta dukungan lintas sektor mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting. Kami, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat pencegahan dan penanganan stunting demi mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, kuat, dan berkualitas,” kata dr Agah.

Untuk diketahui, intervensi bayi stunting sebelumnya, dilakukan Dinkes Kuningan dengan program rujukan ke dua rumah sakit daerah, RSUD 45 Kuningan dan RSUD Linggajati. Bayi stunting dari setiap kecamatan usia 1-5 tahun, dirujuk ke rumah sakit. Total penerima layanan mencapai 3.599 balita stunting, mereka juga dibarengi dengan pemberian susu PKMK.

Setiap harinya, kapasitas pemeriksaan cukup signifikan. Di RSUD 45, petugas kesehatan mampu melayani hingga 96 balita per hari, sedangkan di RSUD Linggajati mencapai sekitar 80 balita per hari. Program sendiri berlangsung selama 21 hari pelayanan efektif. Balita stunting dari desa-desa yang telah menjalani pemeriksaan di rumah sakit juga mendapatkan bantuan susu sebagai bagian dari intervensi gizi. Total sebanyak 226.337 saset susu sudah dibagikan.

Program sendiri dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas di setiap kecamatan, melalui petugas gizi dan bidan desa. Dimana setelah dilakukan pemeriksaan, setiap balita stunting menerima susu khusus dengan ketentuan konsumsi 3 kali sehari atau 3 saset per hari, yang diberikan selama 21 hari berturut-turut. Kegiatan ini dikhususkan bagi balita stunting usia di atas satu tahun hingga lima tahun, sebagai kelompok usia emas yang membutuhkan intervensi gizi berkelanjutan. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Editorial

KUNINGAN (MASS) – Setelah pada tahun 2025 menginisiasi 2 Raperda, DPRD Kabupaten Kuningan kembali mengusulkan 2 Raperda di tahun 2026 ini. Hal itu disampaikan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bersama Polres Kuningan, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Diskatan melakukan penanaman jagung serentak yang dilaksanakan di Desa Gunung Keling, Kecamatan Cigugur, Kabupaten...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Viressa Aulia Maharani, seorang pelajar berprestasi di MTs Terpadu Riyadul Badiah. Di usia 15 tahun, Viressa telah meraih berbagai prestasi baik...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Pemasukan pajak dari sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Dr Tuti Rusilawati, MM resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan periode 2026 melalui mekanisme aklamasi pada...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pada Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan tahun 2026 yang berlangsung pagi ini, Kamis (29/1/2026), Lena Herlina...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar memberikan tanggapan terkait Surat Peringatan (SP) ke-3 dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang dilayangkan...

Politik

KUNINGAN (MASS) – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk mensukseskan agenda nasional partai, Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kesiapan itu ditegaskan...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026, Kamis (29/1/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wisma...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Libur Natal dan Tahun Baru 2026, terhitung dari 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 menjadi momen penting bagi sektor pariwisata...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Dalam lanjutan Liga Foundation tahun 2026, SMKN 5 Kuningan tak hanya menang fisik namun menunjukan skilnya dan berhasil taklukan SMAN 1...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Meski rada ketinggalan, ribuan siswa di Kecamatan Hantara nampaknya dalam waktu dekat bisa segera merasakan MBG (Makan Bergizi Gratis). Hal itu...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Kuningan telah berjalan sejak tahun 2017 dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selama pendataan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, mengaku tidak tahu soal adanya Surat Peringatan (SP) ke-3 dari Balai Besar Wilayah Sungai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur yang menggantungkan hidup pada tambang batu tradisional, dibuat kelimpungan saat tiba-tiba muncul peringatan untuk berhenti aktivitas....

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Siswa SMK Muhammadiyah, SMK Karnas dan SMKN 3 Kuningan yang harusnya pulang ke rumah, justru dilaporkan masuk IGD RS Sekar Kamulyan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Kegiatan Bakti Sosial ADISI (Aksi Mengabadi dengan Penuh Dedikasi ) 2026 Desa Kertawana Kecamatan kalimanggis yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tahun 2025 beberapa target pendapatan daerah Kabupaten Kuningan tidak tercapai 100% dan hanya terpenuhi sekitar 87%. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar kembali menggelar kegiatan verifikasi penugasan dan alih tugas guru...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik pengelolaan air PAM Kuningan – Cikalahang, terus melebar. Bahkan, polemik yang semakin luas -termasuk pertanyaan DPRD soal BOP itu- bermuara...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Terpilih sebagai Duta Siswa Utama, Ayunda Zesika Putri yang masih berusia 18 tahun yang saat ini duduk di kelas 12 jurusan...

Olahraga

BANDUNG (MASS) – Sah! Persib Bandung baru saja mengumumkan kedatangan pemain anyar, Layvin Kurzawa, yang bermain di posisi bek kiri dan gelandang kiri. Kurzawa...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Kondisi Gedung Kesenian Raksawacana Kabupaten Kuningan yang tampak kurang terurus menjadi perhatian masyarakat khususnya para seniman. Menindaklanjuti pernyataan Bupati Kuningan terkait...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan untuk bulan Ramadhan 2026 masih menunggu arahan resmi dari pusat. Pasalnya, selama bulan...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – “Mengukir Prestasi Mendobrak Batas Stigma, Menuju Indonesia Emas” sebuah tema yang digagas oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni)...