Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Prihatin, Tujuh Bulan Sembilan Nyawa Melayang Karena Gantung Diri

KUNINGAN (MASS) – Prihatin adalah ungkapan yang tepat menggambarkan kondisi di Kabupaten Kuningan saat ini, dimana kasus gantung diri terus naik.

Dalam rentan waktu tujuh bulan, sudah sembilan nyawa meregang. Tentu jumlah yang cukup banyak dan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah dan juga masyarakat.

Dari catataan  kuninganmass.com , kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terus meningkat dan hingga Juli sudah  sembilan kasus.  Angka yang terbilang tinggi dalam kasus gantung diri.

Sejak 2017-2019 gantung diri terjadi  sebanyak 21 kasus. Adapun rinciannya adalah 2017 sebanyak 9 kasus dan 2018 adalah 8 kasus.

Sementara itu  tahun 2019 total ada empat kasus. Sedangkan untuk kasus 2020 ada sembilan kasus.

Kemudian untuk kasus 2021 sudah 9 kasus dengan terbaru kasus Andi warga Simpay Jaya Kecamata Ciwaru.

Kasus pertama terjadi pada  Rabu tanggal 13 Januari pukul 06.00 WIB. Korban menggunakan kabel antena disamping kandang kambing.

Korban bernama Ruswa (87) warga di Dusun Wage Rt03/04 Desa Cipancur Kecamatan Cidahu. Kasus ini membuat warga sekitar geger.

Korban kedua bernama Ating Rastim. Pria yang lahir pada tanggal 9 Februari 1982 itu  ditemukan di saung di sawah yang terletak di Dusun Manis RT 001/001 Desa Ciputat Kecamatan Ciawigebang.

Pada saat itu indentitas korban tidak ditemukan. Korban kali itu menggunakan masker dan ternyata korban berKTP Jakarta tapi keleurganya di Kecamatan Kalimanggis.

Sementara kasus ketiga korbannya adalah Suja (82) warga Kampung Babakanmulya RT07/02 Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana.

Kakek yang sempat menjadi hansip selama hidupnya itu nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah kebun Babakan RT 07/RW02 Desa Babakanmulya.

Kakek yang sempat menjadi hansip selama hidupnya itu nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah kebun Babakan RT 07/RW02 Desa Babakanmulya.

Kemudian, kasus ke empat adalah Dede Janu Aryanata (26) warga Perum Taman Ciharendong Kencana Rt 24 Rw 07 Kelurahan Cigintung Kec/Kab Kuningan.

Korban ditemukan pada Kamis  (4/3/2021) pukul 08.30 WIB oleh ibunya. Ia menggunaan kabel warna putih untuk mengakhiri hidupnya.

Kasus  kelima menimpa Didid Ridwan (53). Warga lingkungan Ciweri Rt 03/06 Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan itu ditemukan gantung diri di loteng rumahnya.

Tragisnya pria yang berprofesi sebagai PNS itu baru menikah dua bulan, sehingga kepergiannya membuat semua bersedih.

Sementara itu kasus ke enam  Nanang Sudiana (28) seorang pedagang yang tinggal di Lingkungan Lamepayung RT 008/008 Kelurahan/Kecamatan Kuningan.

Ia ditemukan gantung diri di dapur oleh ibunya yang bernama Enah Hasanah (65) yang juga  seorang pedagang.

Selanjutnya kasus ke tujuh menimpa Rudi. Pemuda lajang ini ditemukan gantung diri oleh Aiminah orang tuanya pada Rabu  (5/5/2021) sore sekitar 17.30 WIB atau menjelang buka puasa di SPBU. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dan kasus kedelapan menimpa Oky. Santri yang dikenal baik itu memilih gantung diri dan tidak diketahui penyebabnya.

Ia ditemukan gantung diri pada Sabtu pukul 15.30 WIB di lantai 3 Masjid Ponpes Al-Iklas Desa Ciawilor Kecamatan Ciawigebang.

Terakhir kasus gandir yang merupakan warga Simpay Jaya . Korban gantung diri di kamar, dengan cara mengaitkan kain ke plafon kamar.(agus)

Prihatin Tujuh Bulan, Sembilan Nyawa Melayang Karena Gantung Diri

KUNINGAN (MASS) – Prihatin adalah ungkapan yang tepat menggambarkan kondisi di Kabupaten Kuningan saat ini, dimana kasus gantung diri terus naik.

Dalam rentan waktu tujuh bulan, sudah sembilan nyawa meregang. Tentu jumlah yang cukup banyak dan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah dan juga masyarakat.

Dari catataan  kuninganmass.com , kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terus meningkat dan hingga Juli sudah  sembilan kasus.  Angka yang terbilang tinggi dalam kasus gantung diri.

Sejak 2017-2019 gantung diri terjadi  sebanyak 21 kasus. Adapun rinciannya adalah 2017 sebanyak 9 kasus dan 2018 adalah 8 kasus.

Sementara itu  tahun 2019 total ada empat kasus. Sedangkan untuk kasus 2020 ada sembilan kasus.

Kemudian untuk kasus 2021 sudah 9 kasus dengan terbaru kasus Andi warga Simpay Jaya Kecamata Ciwaru.

Kasus pertama terjadi pada  Rabu tanggal 13 Januari pukul 06.00 WIB. Korban menggunakan kabel antena disamping kandang kambing.

Korban bernama Ruswa (87) warga di Dusun Wage Rt03/04 Desa Cipancur Kecamatan Cidahu. Kasus ini membuat warga sekitar geger.

Korban kedua bernama Ating Rastim. Pria yang lahir pada tanggal 9 Februari 1982 itu  ditemukan di saung di sawah yang terletak di Dusun Manis RT 001/001 Desa Ciputat Kecamatan Ciawigebang.

Pada saat itu indentitas korban tidak ditemukan. Korban kali itu menggunakan masker dan ternyata korban berKTP Jakarta tapi keleurganya di Kecamatan Kalimanggis.

Sementara kasus ketiga korbannya adalah Suja (82) warga Kampung Babakanmulya RT07/02 Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana.

Kakek yang sempat menjadi hansip selama hidupnya itu nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah kebun Babakan RT 07/RW02 Desa Babakanmulya.

Kakek yang sempat menjadi hansip selama hidupnya itu nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah kebun Babakan RT 07/RW02 Desa Babakanmulya.

Kemudian, kasus ke empat adalah Dede Janu Aryanata (26) warga Perum Taman Ciharendong Kencana Rt 24 Rw 07 Kelurahan Cigintung Kec/Kab Kuningan.

Korban ditemukan pada Kamis  (4/3/2021) pukul 08.30 WIB oleh ibunya. Ia menggunaan kabel warna putih untuk mengakhiri hidupnya.

Kasus  kelima menimpa Didid Ridwan (53). Warga lingkungan Ciweri Rt 03/06 Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan itu ditemukan gantung diri di loteng rumahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tragisnya pria yang berprofesi sebagai PNS itu baru menikah dua bulan, sehingga kepergiannya membuat semua bersedih.

Sementara itu kasus ke enam  Nanang Sudiana (28) seorang pedagang yang tinggal di Lingkungan Lamepayung RT 008/008 Kelurahan/Kecamatan Kuningan.

Ia ditemukan gantung diri di dapur oleh ibunya yang bernama Enah Hasanah (65) yang juga  seorang pedagang.

Selanjutnya kasus ke tujuh menimpa Rudi. Pemuda lajang ini ditemukan gantung diri oleh Aiminah orang tuanya pada Rabu  (5/5/2021) sore sekitar 17.30 WIB atau menjelang buka puasa di SPBU. 

Dan kasus kedelapan menimpa Oky. Santri yang dikenal baik itu memilih gantung diri dan tidak diketahui penyebabnya.

Ia ditemukan gantung diri pada Sabtu pukul 15.30 WIB di lantai 3 Masjid Ponpes Al-Iklas Desa Ciawilor Kecamatan Ciawigebang.

Terakhir kasus gandir yang merupakan warga Simpay Jaya . Korban gantung diri di kamar, dengan cara mengaitkan kain ke plafon kamar.(agus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

PAM

Bank Kuningan

PD

PKB

Advertisement
Advertisement
Print
Advertisement

You May Also Like

Sport

KUNINGAB (MASS) – Minggu 19 September 2021, Bertempat di stadion Andeska Kapandayan,Desa Kapandayan Ciawigebang telah diselenggarakan turnamen usia dini U-10 tahun antar SSB. Total...

Education

KUNINGAN (MASS) –  Sebanyak 50 remaja masjid di Kabupaten  Kuningan mengikuti Workshop Literasi Digital, Ramatloka Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedutaan Amerika Serikat...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Elemen masyarakat yang terdiri dari berbagai ormas/LSM seperti Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Perhimpunan Praktisi Hukum...

Government

KUNINGAN (MASS)-  Kerja keras selama ini berbuah hasil, dimana kasus   covid-19 di Kabupaten Kuningan  terus menurun. Untuk update Minggu 19  September tidak ada kenaikan...

Advertisement