Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Netizen Mass

PR Nadiem Makarim untuk Pendidikan di Indonesia 5 Tahun Kedepan

KUNINGAN (MASS) – Pendidikan di Indonesia menurutku masih sangat jauh dari kata baik, ada begitu banyak hal yang harus dibenahi dari pendidikan di Indonesia. Hari ini Nadien Makarim secara sah telah menjadi Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang baru.

Dan pertanyaanya saat ini, apa yang harus diperbaiki dalam 5 tahun kedepan? Dan apa yang menjadi penyebab pendidikan kita begitu tertinggal.

Menurutku, ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam system pendidikan di Indonesia. diantaranya adalah yang pertama memperbesar gengsi dan minat siswa/mahasiswa untuk mengikuti lomba pelajaran.

Yang saya lihat saat ini di social media ternyata lomba game lebih diminati dari pada lomba pelajaran. Kenapa seperti itu? karena ternyata hadiah lomba game lebih besar daripada lomba pelajaran, sehingga hadiah yang besar meningkatkan gengsi dan minat orang untuk mengikuti lomba.

Seperti teman SMAku yang mengikuti lomba olimpiade, hadiah yang dia dapatkan paling besar adalah 10 juta itupun harus dibagi tiga. Sementara, saudara ku mengikuti lomba game bisa mendapatakan hadiah kisaran 10 juta – 100 juta rupiah.

Dengan pemerintah memberikan hadiah yang besar untuk lomba pelajaran akan meningkatkan gengsi dan minat mahasiswa dan pelajar untuk mengikuti lomba. Nah, ketika minat untuk mengikuti perlombaan itu tinggi, maka akan timbul persaingan yang ketat.

Ketika persaingan tinggi, maka mahsiswa/pelajar akan mempersiapkan dengan serius dan focus. Ini membuat level dan skill peserta perlombaan menjadi lebih tinggi. Sehingga kemapampuan prestasi Indonesia akan meningkat dan kemampuan pelajar Indonesia tidak akan kalah dengan Negara lain.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak hanya dengan memperbesar hadiah tapi juga meningkatkan ekspos dari media massa untuk setiap prestasi yang didapatkan. Akan tetapi, menurut pengalamanku dan beberapa teman lain, terkadang lembaga pendidikan maupun pihak pemerintah kurang mendukung siswa/mahasiswa untuk mengikuti lomba baik dari segi moral ataupun materi.

Sehingga ini mematahkan semangat siswa/mahasiswa untuk mengikuti perlombaan. Tidak jarang teman-temanku akhirnya membatalkan rencananya untuk mengikuti sebuah perlombaan karena tidak mendapatakan keringanan dari sekolah, kampus, institusi maupun pemerintah.

Jadi, dukungan moral ataupun materi dari lembaga pendidikan dan pemerintah sangat dibutuhkan oleh siswa/mahasiwa. Sehingga, menurutku hal ini perlu diperhatikan lebih serius dan kedepanya bisa ditingkatkan.

Yang kedua adalah waktu belajar di Indonesia. menurut pengalamanku, waktu sekolah terlalu lama dari pagi sampai sore belum lagi beberapa murid mengikuti les tambahan sampai malam dan masih dibebani oleh tugas.

Ini menimbukan 2 hal, yang pertama murid menjadi capek, kalau otak sudah capek mau dipaksakan bagaimanapun tidak akan bisa menyerap pelajaran dengan efektif dan yang kedua, murid jadi tidak menyukai sekolah karena capek dan jenuh dengan belajar.

Sekolah bukan lagi jadi tempat belajar tetapi menjadi tempat yang ditakuti. Jadi menurutku, pemerintah seharusnya mempersingkat durasi jam belajar siswa disekolah. “kalo begitu,siswa akan memanfaatkan waktunya untuk bermain dong?”

Tidak lantas seperti itu, pihak sekolah juga harus menanamkan pada siswa untuk dapat menggunakan waktu dengan baik dan efektif. Misalkan mereka harus membaca buku tertentu, ikut ektrakulikuler dll. Diharapkan murud-murid ini jadi bisa mengatur waktu dengan baik dan bisa enjoy belajar.

Yang ketiga adalah Gaji Guru. Gaji Guru di Indonesia tergolong rendah, mungkin bagi guru pegawai negeri itu sudah cukup dan mungkin beberapa sudah menerima tunjangan namun guru honorer gajinya terbilang rendah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari yang aku amati profesi sebagai guru masih dianggap sepele, dan dilihat rendah karena gajinya kecil. Sama halnya dengan teman – teman di kampus ku,mereka lebih tertarik untuk berprofesi sebagai pengusaha, dokter, polisi dll yang mereka anggap kehidupannya lebih sejahtera dan terjamin dibandingkan menjadi seorang guru.

Nah, ketika gaji dan kesejahteraan guru tinggi maka akan lebih banyak orang yang mau menjadi guru, ketika banyak minat akan ada persaingan untuk menjadi guru, persaingan akan membuat level dan kualitas guru meningkat. Ketika guru level nya sudah tinggi, maka mereka juga dapat menghasilkan murid yang levelnya juga tinggi.

Guru yang bagus akan menghasilkan murid yang bagus, murid yang bagus ini akan menjadi SDM yang berkualitas yang bisa berkontribusi untuk kemajuan Negara. jadi, peran guru sangat penting dan krusial bagi masa depan murid-muridnya.

Dan pemerintah seharusnya lebih meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru-guru di Indonesia diharapkan Profesi gruru dapat menjadi profesi yang diminati lebih banyak orang dan tidak dianggap rendah. Akhirnya, akan ada persaingan untuk menjadi guru sehingga level dan kualitas guru akan meningkat.

Sebenarnya itu hanya beberapa dari sekian banyak PR besar yang harus diselesaikan oleh Nadiem Makarim sebagai kemendikbud yang baru.

Seperti dalam hal Manajemen pendidikan, Tenaga pengajaran Profesional (memahami ilmu sikologikal untuk semua guru dari berbagai disiplin ilmu), Infrastruktur lengkap, keseimbangan antara Sains dan Olahraga dalam sekolah.

Mengingat pemerintah telah mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan . karena sisitem pendidikan di Indonesia perlu dilakukan reformasi secara terstruktur, tersistem, dan masif. Disamping itu adanya revolusi teknologi juga membuat tantangan yang besar kedepanya dalam Dunia Industri.***

Penulis : Dahana Fitriani

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mahasiswa Uniku 

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement