Saat Anggota Dewan Muda Ikut Diskusi SARUKUN

KUNINGAN (MASS) – Sarjana Urang Kuningan (SARUKUN) menggelar diskusi bersama anggota dewan terpilih yang usianya dianggap muda. Diskusi yang bertajuk “Anak Muda di Parlemen Bisa Apa?” tersebut, membahas beberapa issu yang dianggap dekat dengan pemuda.

Hadir dalam kegiatan yang dilakukan di Kedai Ponocoffe Awirarangan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Nurcholis Mauludinsyah politisi Gerindra dan M Apif Firmansyah politisi PKB.

Mashuri yang akrab disapa Gonjes pun berkesempatan hadir. Kapasitasnya sebagai mantan anggota dewan dari PPP sekaligus menjabat ketua KNPI Kuningan. Undangan lain baik itu dari KPU, media, organisasi kepemudaan dan mahasiswa serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam diskusi pada Rabu, (30/10/2019) dibahas bagaimana peran pemuda bisa mengentaskan pengangguran serta mengembangkan ekonomi kreatif.

Mashuri Gonjes, selaku mantan anggota DPRD mengaku banyak hal yang masih menjadi PR soal pengentasan pengangguran. Bahkan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) saja tidak menekan signifikan.

“Makanya waktu itu, saya terlibat dalam pansus dan menolak perda penghapusan BLK, karena saat ada saja, belum bisa menghapus pengangguran produktif,” ujarnya menerangkan.

Gonjes juga mengaku, selagi masih menjadi anggota DPRD, dirinya juga sempat yang terlibat membahas kepemudaan dan UMKM. Namun dirinya mengaku, keputusan DPR seringkali bukan berasas kualitas, tapi kolektif kolegial, yang artinya berasas kuantitas.

“Kekuatan utama di DPRD, masih berlandaskan kuantitas bukan secara kualitas, maka dari itu, tantangan ke depan, teman-teman DPRD yang baru ini tugas beratnya adalah meyakinkan anggota lainnya dalam menyampaikan ide dan gagasan,” ujarnya.

M Apif Firmansyah, anggota dewan asal PKB menegaskan bahwa dirinya sebagai kader partai yang bervisi politik Rahmatal Lil alamin ingin membangun pemuda melalui konsep triple helix, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi.

“Saya sudah di pemerintahan, mari teman-teman yang lain berperan entah itu sebagai pengusaha maupun sebagai akademisi, kita bersinergi,” ujar pentolan IPPMK Jakarta tersebut.

Sementara, Nurcholis Mauludinsyah yang masih aktif sebagai mahasiswa Universitas Trisakti Fakultas Hukum, mengaku masih mencoba adaptasi dengan lingkungan politik baru. Mantan relawan Anies Sandi tersebut, belum mengemukakan gagasan yang jelas lantaran masih belajar dalam penguasaan medan.

“Tapi untuk karya nyata, alhamdulillah saya punya perkebunan tebu milik pribadi itu sudah mempekerjakan 1000 penduduk,” ujarnya. (Eki/trainee)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com