Rana: Keputusan DPP Harus Diamankan

KUNINGAN (Mass) – Terbitnya hasil rekomendasi DPP PDI Perjuangan tentang bakal calon Wakil Bupati Kuningan kepada Dede Sembada, harus benar-benar diamankan oleh DPC PDIP Kabupaten Kuningan. Hal itu disampaikan langsung Ketua DPC PDIP Kuningan Rana Suparman SSos, saat diwawancarai kuninganmass.com, Jumat (16/9), di Gedung DPRD Kuningan.

“Seluruh kader partai ketika partai sudah memutuskan keputusan, itu harus taat dan patuh kepada keputusan tersebut. Artinya kami akan mengamankan orang yang direkomendasikan PDIP,” tandasnya.

Menurutnya, keputusan partai harus diselaraskan dengan keputusan Negara. Jadi, keputusan partai harus ditaati oleh seluruh kader partai.

“Ketika kader ini taat dan kemudian naik mengikuti proses ketentuan Negara, maka partai pun akan menyesuaikan dengan keputusan Undang-Undang Negara. Kita sebagai warga Negara harus tunduk kepada aturan Negara, makanya kita akan mengamankan keputusan partai dan keputusan Negara, kita akan mengamankan savety nya,” ujar Rana.

Rana mengungkapkan, bakal calon lain yang akan diajukan selain Dede Sembada ke DPRD bisa juga diusulkan dari kader PDIP lagi. Sebab, berdasarkan aturan harus ada dua calon yang nanti akan dipilih oleh DPRD.

“Bisa juga diajukan dari PDIP lagi, hanya saja kader tersebut bukan untuk menang, atau boleh disebut juga sebagai Mukidi lah. Dengan kata Mukidi, udah ngerti semua lah, kan begitu. Tapi Alhamdulillah PDIP aman dan tertib kan, ketika keputusan partai (rekomendasi, red) ini keluar, semua tunduk, semua taat, itu PDIP. Jadi, mantap kader, mantap sumber daya, mantap organisasi, mantap ideology dan mantap program,” katanya.

Rana yang juga sebagai salah satu kandidat calon wakil bupati itu mengaku, harus ikhlas ketika rekomendasi jatuh kepada orang lain. “Semua orang siapa sih yang gak mau jadi Wakil Bupati, siapa sih yang gak mau jadi Ketua Dewan, siapa sih yang gak mau jadi Bupati. Jadi, ketika orang masuk partai lalu direkomendasikan partai, mereka harus siap untuk mentaati tugas tersebut, asal punya kemampuan. Ini objektif, tidak subjektif. Ikut mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa disitu,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com