PDIP Tepis Rekomendasi Wabup Turun

KUNINGAN (Mass) – Munculnya anggapan bahwa rekomendasi DPP PDI Perjuangan telah turun di tangan DPC PDIP, dibantah langsung Ketua DPC PDIP Kuningan Rana Suparman SSos. Jangankan sudah sampai di DPC, dari DPP pun belum ada informasinya jika rekomendasi telah dikeluarkan.

“Wah bohong, gak tau. Memang siapa yang bilang sudah disini, mimpi itu, gak gak bener, orang gila itu kalau bilang ada disini. Karena DPC wajib untuk menyampaikan kepada kader partai,” ucap Ketua DPC PDIP Kuningan, Rana Suparman SSos usai menjadi inspektur upacara HUT RI Ke 71 Tahun di kantor DPC PDIP, Kamis (18/8).

Bahkan, Rana menegaskan bahwa rekomendasi DPP itu tidak bisa diakui oleh salah satu kandidat atau bakal calon wakil bupati. “Yang lima orang ini saya yakin tunduk dan taat kepada partai, menunggu keputusan partai, maka dia akan menjalankan tugas-tugas partai, maka dia akan bertanggungjawab kepada siapapun rekomendasi itu turun,” tandasnya.

Ketika ditanya turunnya rekomendasi terkesan lama, Rana menjelaskan hal itu mutlak kewenangan DPP PDIP. “Itu ya wewenang DPP lah. DPP jangan sampai menyesal menugaskan orang, karena banyak orang yang makan kebijakan partai, lalu lupa partai. Maka partai timang-timang dulu lah, baca kharakteristik orang, baca pemikiran orang dan baca rekam jejak orang, kan kaya gitu lah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan upacara itu, hadir Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, para politisi PDIP baik yang duduk di DPRD Kuningan maupun di Bappilu Jabar, seperti H Aang Hamid Suganda, M Ridho Suganda, Cecep Hendie, H Ade Petruk, Dede Sembada dan lainnya. Kehadiran para kandidat balon wabup itu juga diakui tidak ada hubungannya dengan pembahasan soal rekomendasi wabup.

“Gak gak ada agenda itu, gak ada rekomendasi gak ada apa. Ya semua kader partai wajib hadir. Karena, kita melepaskan kader-kader kita di pemerintah itu, dengan satu keyakinan bahwa kader-kader kita akan mewujudkan ideologi partainya,” tandasnya.

Baginya, ideologi partai itu yakni ingin menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, dan menciptakan rasa ke-Tuhanan yang tinggi bagi rakyat Indonesia.

“Selain itu, setiap kali ada persoalan diselesaikan dengan cara musyawarah,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com