Mau Golput atau Pilih Pasangan Calon?

KUNINGAN (MASS) – Waktu pencoblosan yang masih cukup lama ditangkap oleh kuninganmass.com dengan menggulirkan polling yang beda. Portal ini mencoba menggali keinginan mayoritas rakyat Kuningan dengan menawarkan hanya 2 opsi saja.

“Opsinya hanya 2, yaitu golput atau mau pilih paslon (pasangan calon). Mana yang lebih besar, maka itulah kehendak rakyat sesungguhnya,” ujar Koordinator Tim Polling kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam, Senin (19/2/2018).

Masyarakat Kuningan yang ingin mengekspresikan suara hatinya, dapat membuka http://polling.kuninganmass.com/. Seperti biasa, satu perangkat hanya bisa membubuhkan satu suara saja. Di bawahnya dipersilakan pula untuk memilih salah satu saja alasan jika voter memilih golput.

Apabila nanti hasilnya suara golput lebih besar maka kinerja banyak pihak patut dipertanyakan. Mulai dari KPU, Panwas dan para stakeholder pilkada lainnya. Termasuk kinerja tim kampanye paslon dalam upaya “menjual” kandidatnya.

“Kalau suara golput lebih besar, maka tim kampanye paslon gagal meyakinkan publik bahwa paslonnya itu pantas untuk dipilih,” tandasnya.

Suara polling golput lebih besar pun, menurut Deden, dapat menjadi indikator kegagalan KPU. Sebab, lembaga yang mengusung jargon ‘Wisata Politik’ itu berarti tak mampu mendongkrak partisipasi pemilih sesuai target 75 persen.

“Padahal kita semua tahu anggaran yang akan dihabiskan untuk pilkada ini sangat besar. Termasuk anggaran untuk pengawasan penyelenggaraan pilkada juga tidak kecil,” kata Deden.

Disamping itu, jika suara golput lebih besar maka dapat menjadi indikator kegagalan para pemimpin terdahulu. Mulai dari pemimpin daerah, elit partai maupun legislator, bisa dinilai tak mampu memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakatnya.

“Saya ambil contoh, ketika kinerja para pemimpinnya buruk misalnya, banyak ingkar janji, maka kepercayaan masyarakat semakin merosot. Akibatnya, mereka tambah apriori dan enggan berpartisipasi politik, dengan berpikiran nanti juga akan begitu, siapapun yang terpilih,” terang dia.

Deden menegaskan, opsi dari polling yang digulirkannya itu bukan berarti mengkampanyekan golput. Justru sebaliknya, kuninganmass.com ingin mendorong pilkada yang berkualitas dengan menunjukkan kinerja optimal dari banyak pihak.

“Ini jadi tantangan. Kami mencoba untuk menyuguhkan ‘aspirasi bawah sadar’ masyarakat yang selama ini dibiarkan tidak terlalu mengemuka. Angka floating mass (massa mengambang) tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi siapapun yang berkepentingan,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com