Kuninganmass.com Buka Polling Pasangan Calon Bupati-Wabup

KUNINGAN (MASS) – Di tengah kegalauan politik belakangan ini, baik yang menimpa sejumlah bakal calon maupun parpol, situs kuninganmass.com mencoba menawarkan sebuah solusi. Terhitung pukul 08.00 WIB Selasa (5/12/2017), portal berita ini membuka polling pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Polling kita sekarang bukan lagi polling figur atau perorangan, melainkan sudah kepada pasangan calon. Sudah diduetkan. Karena memang sekitar sebulan lagi pendaftaran pasangan calon akan dibuka KPU Kuningan,” kata Koordinator Tim Polling kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam.

Polling yang dibuka ini, menurut Deden, dititikberatkan pada upaya perwujudan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya ke depan. Kendati rekomendasi terhadap pasangan calon menjadi ranah parpol, namun siapa tahu rakyat mayoritas berkehendak lain.

“Jadi sebelum dikawinkan oleh parpol, dikawinkan dulu oleh rakyat, siapa pasangan pengantin yang paling direstui. Mumpung rekomendasi dari parpol belum keluar. Mudah-mudahan akan semakin meneguhkan parpol dalam mengawinkan jagoannya,” ujar dia.

Deden mengakui, survei yang dilakukan berbagai lembaga survei menjadi salah satu acuan dalam menentukan sikapnya. Ia memastikan, semua parpol berkeinginan untuk memenangkan pertempuran pilkada.

“Survei itu bersifat ilmiah dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan. Namun perlu diingat pula bahwa tidak ada jaminan bahwa yang paling besar hasil surveinya itu pasti menang. Karena survei sekarang akan berbeda dengan survei beberapa bulan ke depan. Artinya, masih sangat dinamis,” ungkap Deden.

Menurut dia, banyak contoh dari even-even pilkada di daerah lain. Termasuk Pilkada DKI Jakarta sekalipun, pasangan kandidat yang sebelumnya menduduki urutan pertama hasil survei, tidak berhasil menang dengan berbagai faktor yang melatarbelakanginya.

“Sebagian besar politisi dan juga pengamat politik, saya yakin mengakui hal itu. Jadi tidak ada yang pasti dalam politik. Bahkan dalam hitungan detik pun bisa berubah,” tandasnya.

Oleh karena itu, kuninganmass.com mencoba untuk berkontribusi kepada daerah lewat polling yang dibukanya. Sebab kocek yang dikeluarkan untuk menjaring pemimpin itu sangat mahal. Dari APBD saja, rakyat “dipaksa” untuk menyumbang dana lebih dari Rp 30 milyar. Belum cost politik lainnya yang tentu lebih besar.

“Nah, kami mencoba menyuguhkan banyak pasangan agar rakyat punya banyak pilihan. Sebetulnya figurnya itu hanya ada 16 orang, tapi setelah disimulasikan menjadi 44 pasangan. Kalau rakyat agak bingung sekarang saking banyaknya, kami berpikir itu lebih baik ketimbang bingung setelah punya pimpinan kelak,” ucap Deden.

Sementara itu, bercermin dari polling sebelumnya tim dari kuninganmass.com terus melakukan evaluasi. Kelemahan-kelemahan yang muncul pada polling lalu tersebut diperbaiki demi objektivitas hasil yang diperoleh. Masyarakat Kuningan bisa masuk ke disini untuk bisa membubuhkan suaranya.

“Satu perangkat ponsel atau komputer hanya bisa membubuhkan satu suara saja. Jadi kami berharap agar masyarakat Kuningan memanfaatkan satu hak suara yang dimilikinya. Karena satu suara sangat berharga dan sangat menentukan. Sepuluh suara itu berasal dari satu suara. Begitu juga angka sepuluh ribu, mesti berawal dari angka satu,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com