Didorong Nyabup, Amin Sebut Ada Mekanisme

KUNINGAN (Mass) – Dorongan kuat dari berbagai kalangan masyarakat agar H Amin Santono SSos MM maju pada Pilbup 2018 di Kuningan, akhirnya ditanggapi. Namun, setiap kader partai yang akan dicalonkan di even-even politik harus melalui mekanisme partai tersendiri.

“Ada mekanisme, jadi gak bisa langsung. Walaupun didorong-dorong juga kembali ke yang bersangkutan. Toh sesungguhnya sih ada yang mau jadi itu sudah ada, tapi gak tau siapa,” kata H Amin Santono yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Komisi XI saat ditemui kuninganmass.com disela-sela safari politiknya di Lebakwangi kemarin, Selasa (30/8).

Ketika ditanya soal munculnya tiga kader Partai Demokrat (H Amin Santono, Hj Yoyoh Rukiyah, dan Mamat Robby) yang digadang-gadang bakal nyalon pada Pilbub nanti, Amin hanya melemparkan senyum khasnya. “Silahkan bagus-bagus saja, kan niatannya itu semuanya baik. Tapi tetap semuanya ada mekanisme, mungkin nanti ada survey seperti orangnya pengin tapi surveynya jeblok, itu mungkin enggak, atau survey bagus tapi orangnya tidak mau ya tetap gak bisa,” ujarnya.

Menurutnya, partai sendiri tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang yang memang belum bersedia melaksanakan perintah partai. “Intinya kita saat ini ingin menjalankan amanah. Pertama kita menjalankan amanah hingga 2019, sebagai amanah konstitusi. Kedua amanah perjuangan hidup, artinya kita masih bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak terkecuali istrinya, Hj Yoyoh Rukiyah STr Keb yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar Komisi V memberikan tanggapannya. Bahkan, Yoyoh sendiri berpandangan bahwa, dorongan ihwal pencalonan untuk maju pada Pilbub 2018 disambut positif.

Sependapat dengan suaminya, Yoyoh juga mengatakan bahwa, setiap kader yang akan mencalonkan diri maju pada Pilbup harus melalui mekanisme partainya. “Jadi kita juga ada mekanisme partai, karena ibu bisa berjalan hingga saat ini karena partai. Kita tunggu saja, dan memang kaum perempuan ingin sekali ada keterwakilannya, tapi kita jalani aja dulu, kita tanggapi positif saja,” katanya.

Dirinya juga bersyukur, jika kalangan masyarakat memberikan kepercayaan dan dorongannya agar maju pada Pilbup Kuningan 2018. “Ya Alhamdulillah dengan amanah yang dijalankan bisa lebih dekat dan dikenal dengan masyarakat. Tapi bukan hanya itu, saya terjun ke masyarakat  sebetulnya ingin melihat langsung dan menyerap aspirasi dari bawah, apa sih yang dibtuhkan masyakarat untuk diperjuangkan di provinsi. Itu bukan hanya di Kuningan, tapi di kabupaten/kota lainnya juga sama,” pungkasnya.(andri)