Amin Santono Sosialisasikan Soal Upal

KUNINGAN (Mass) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Komisi XI, H Amin Santono SSos MM bersama mintra kerja komisi yakni BI (Bank Indonesia) memberikan pemahaman soal ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah sekaligus Upal (Uang Palsu), kepada ratusan peserta sosialisasi baik dari kalangan mahasiswa, pelaku ekonomi serta para pedagang, tokoh masyarakat, pejabat daerah dan lainnya. Dengan manggandeng Himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia (HMKI) dan Koperasi Masyarakat Pedagang Pasar Kuningan, acara itu menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dibidangnya, seperti perwakilan dari BI wilayah Cirebon.

Dalam kesempatan itu, pihak BI juga melakukan simulasi dengan memperagakan penggunaan alat canggih untuk mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah, mulai dari uang Rp20 Ribu hingga Rp100 Ribu. Dengan memperkenalkan prinsip 3 D yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, diharapkan mampu diserap dengan mudah para audiens agar lebih mengenali ciri-ciri keaslian uang dengan mudah, serta bagaimana perawatan uang yang baik dan benar.

“Tujuan adanya sosialisasi ini untuk mengetahui kebijakan BI dalam bidang pengedaran uang rupiah. Lalu, supaya mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ciri-ciri keaslian uang rupiah, sebagai upaya menangkal peredaran Upal di masyarakat,” ucap Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Komisi XI, H Amin Santono SSos MM kepada kuninganmass.com usai acara sosialisasi yang dihadiri pula Wakil Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat Komisi V, Hj Yoyoh Rukiyah STr Keb kemarin, Selasa (24/5).

Dirinya mengaku, sosialisasi ciri-ciri uang rupiah sekaligus layanan keuangan digital, sebagai salah satu program pemerintah yang dikeluarkan BI. Kegiatan serupa akan menyusul dilaksanakan di beberapa kota/kabupaten lain seperti di Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.

“Saya berpesan kepada masyarakat, bahwa peredaran uang palsu di lingkungan masyarakat saat ini cukup mengkhawatirkan. Mengingat, semakin tingginya tekhnologi percetakan yang bisa dikuasai banyak orang,” ungkapnya.

Anggota parlemen pituin Kota Kuda ini juga mengimbau, agar masyarakat bisa menjaga uang yang dimiliki supaya tidak cepat lusuh dan tidak cepat rusak.

“Bila mata uang asing saja bisa disayang-sayang, mengapa tidak dengan rupiah? Ciri-ciri uang yang mudah dikenali dengan cara 3D yakni Diraba, Dilihat dan Diterawang,” sebutnya.

Dirinya juga menjelaskan, tips agar uang tidak cepat lusuh dan rusak antara lain jangan dibasahkan, jangan diremas, jangan dilipat, serta jangan distraples. Keaslian uang Rupiah juga dapat dikenali melalui bahan yang digunakan, desain dan ukuran serta teknik cetak. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com