Acep Dipasangkan dengan Edo, Soliditas PDIP Diyakini Tetap Utuh

KUNINGAN (MASS) – Munculnya paket duet Acep-Edo dari PDIP dipastikan akan memunculkan ‘kekecewaan’ banyak pihak yang awalnya berharap ‘jagonya’ dapat disandingkan dengan Acep Purnama. Namun tak sedikit pula yang melontarkan tanya terkait keberanian PDIP yang hanya memiliki kursi minimal di Parlemen Daerah dengan mengusung paket, tanpa koalisi dengan Parpol lain.

“Keberanian PDIP mengusung sepaket, disinyalir karena rasa percaya diri dari PDIP setelah 15 tahun berkuasa. Jika duet Acep- Edo akhrinya memenangkan Pilbup Kuningan 2018 tentunya akan menjadikan PDIP sebagai penguasa di lembaga eksekutif, sejak era reformasi digulirkan 1998 lalu,” kata Ketua F-Tekkad, Soejarwo Kamis (21/12/2017).

Kendati sebelumnya ada 4 tokoh yang ikut konvensi di PDIP, tersingkirnya 2 tokoh kelas atas yakni Dede Sembada (Wabup) dan Rana Suparman yang memegang tampuk pimpinan PDIP dan Lembaga Legislatif Kab. Kuningan, ketika ‘restu’ tertulis (rekomendasi) jatuh pada Acep- Edo, diyakini soliditas parpol akan tetap utuh.

“Artinya, suara konkrit yang dimiliki PDIP tidak akan ‘hilang’. Terlebih dari sikap legowo yang ditunjukan seorang Rana Suparman, serta tekadnya untuk mengantarkan duet Acep-Edo ke puncak kekuasaan Eksekutif, akan sangat sulit untuk menghentikan dominasi PDIP di kancah perpolitikan di Kab. Kuningan,” paparnya.

Guna mengimbangi kekuatan duet Acep- Edo yang tentunya akan sangat ditopang penuh oleh Karisma dan Populeritas H. Aang (Bupati 2 periode) serta keharuman nama Hj. Utjeu dipastikan akan menjadi faktor pelengkap ketangguhan duet Acep-Edo yang sangat perlu diperhitungkan Paslon lain, untuk mampu mengimbanginya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com