Acep Akui Ada Pertemuan Dengan Pengurus Bahas Masalah AKD

KUNINGAN (MASS)- Masalah didepaknya Fraksi PKB dan Gerinda dari Alat Kelengkapan Dewan (AKD), menjadi berita hot diperpolitikan Kuningan.

Masalah ini pun membuat Ketua DPC PDIP Acep Purnama SH MH pada Sabtu (19/9/2020) menggelar “rapat” mendadak di Hotel Purnama Mulya Cigugur bersama pengurusnya.

Namun, dari rapat itu tidak semua pengurus diundang termasuk HM Ridho Suganda MSi yang jiga Wakil Bupati Kuningan     

“Ah eta mah biasa ngariung-ngariung kitu mah. Bukan rapat, yang hadirnya pun hanya tujuh orang,” ujar Acep Purnama kepada kuninganmass.com, Senin malam via telepon.

Acep mengatakan, terkait tidak diundanganya HM Ridho Suganda alias Edo, bukan satu-satunya yang tidak diundang. Total ada 19 pengurus dan yang datang 7 orang.

“Kita membahas masalah situasi kondisi yah terkait dengan perkembangan-perkembangan baik soal APBD kebijakan, termasuk masalah kejadian pasca dari digulirkannya AKD itu, itu aja kita bicara,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD  yang juga Bupati Kuningan itu mengatakan, apa yang dilakukan itu bersipat spontanitas dan tidak direncanakan.

“Kalau mau jujur mah, kebetulan waktu itu di hotel ada kegiatan karena ada saudara saya dari Bandung pada datang, sehingga banyak makanan. Saya langsung menelpon datang ke sini banyak makanan di hotel dan pada datang. Sekali lagi bukan rapat,” ujarnya menegaskan.

Ia meminata pertemuan itu tidak dibesarkan, seperti pertemuan dengan Ketua PCNU Senin. Sebagai nahdiyin tentu berhak datang dan jangan dihubungkan dengan masalah PKB  di dewan karena tidak ada hubungan antara PKB dan NU.

“Kalau ada rahasia-rahasihan mah tidak mungkin terbuka dan juga dengan pengurus yang lain. Saya murni silaturahmi dalam rangka merumuskan sebuah kebijakan untuk kemajuan daerah bersama NU,” jelasnya.

Suami dari Hj Ika ini menegaskan tidak ada perintah untuk mengeluarkan PKB dan Gerinda dari AKD. Persoalan itu mah dinamik yang berkembang di dewan.

“PDIP mah mereun tidak ingin ketingggal panggung. Tapi bukan sebagai mediator bukan sebagai fasilitator bukan sebagai pionir dan lain sebagianya, hanya spontanitas saja,” jelasnya. (agus)