Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Candrika Adhiyasa, konsultan lingkungan.

Headline

Pinus Tak Signifikan Tampung Air Tapi Juga Tak Merusak Ekosistem, Ini Kata Konsultan Lingkungan Soal Penyadapan

KUNINGAN (MASS) – Candrika Adhiyasa, ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, menyatakan pentingnya kepastian regulasi dalam penyadapan getah pinus di lereng Gunung Ciremai. Ia mengungkapkan status kawasan yang sebelumnya bukan Taman Nasional kini telah berubah menjadi kawasan konservasi, berdampak pada cara pemanfaatan hasil hutan.

Menurut Candrika, jika kawasan tersebut ditanami sebelumnya, statusnya belum menjadi Taman Nasional, sehingga hasil hutan baik kayu maupun bukan kayu dapat dimanfaatkan secara swadaya. Namun, dengan perubahan status menjadi Taman Nasional, aturan dan regulasi baru harus diikuti.

“Sekarang ada beban regulasi yang harus diperhatikan, termasuk Undang-Undang kehutanan terkait pemanfaatan sumber daya alam,” jelasnya saat diwawancara kuninganmass.com baru-baru ini.

Ia menekankan harus ada skema izin yang jelas untuk kegiatan penyadapan di kawasan yang dilindungi. Chandrika menyoroti pentingnya komunikasi antara pengelola Taman Nasional dan masyarakat lokal mengenai batasan pemanfaatan serta toleransi yang bisa diterima.

“Walaupun ada klaim bahwa ‘saya yang menanam,’ masalah muncul ketika status kawasan berubah menjadi konservasi,” jelasnya.

Candrika juga mengakui tanaman pinus tidak memberikan kontribusi signifikan pada proses penampungan air “Casement”. Namun, ia menegaskan tanaman tersebut tidak juga merusak ekosistem secara keseluruhan.

“Betul pinus memang tidak signifikan dalam proses casement area penampungan air dia tapi pada akhirnya juga tidak terlalu merusak juga sebetulnya karena toh kan daerah sana ada area tertentu yang sebut saja yang diperuntukkan untuk eee apa perkebunan dan lain-lain tapi ada area tertentu yang itu menjadi ekosistem hewan-hewan lah di sana,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Masalah utama yang dihadapi dalam proses penyadapan adalah penggunaan bahan kimia, terutama asam sulfat, yang sangat korosif dan dapat merusak PH tanah.

“Jadi proses penyadapan juga enggak ada masalah sebetulnya yang jadi masalah itu penggunaan bahan kimia asam sulfat yang ini sangat korosif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih tradisional dalam penyadapan yang tidak melibatkan bahan kimia. Meskipun prosesnya mungkin lebih lambat, metode ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem.

“Secara tradisional, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih bersih tanpa menggunakan asam sulfat,” tambahnya.

Ia juga mencatat masalah politik dan dukungan dari pihak-pihak tertentu bisa memengaruhi situasi ini, tetapi inti permasalahannya adalah bagaimana Taman Nasional dapat mengakomodasi tanaman yang ditanam oleh warga sebelum kawasan tersebut menjadi tempat terlindungi.

“Adapun kemudian masalah politik ada backup dari siapa ada backup dari siapa, saya kurang tahu ya masalah itu tapi sebenarnya ini hanya problemnya di bagaimana Taman Nasional bisa mengakomodasi tadi pohon yang memang ditanam sama warga sebelumnya sebelum statusnya menjadi Taman Nasional,” pungkasnya. (raqib)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Insiden pencurian dengan pemberatan terjadj di Toko Sembako dan Pangkalan Gas H Muhyidin Jaya Dusun Pahing, Rt 003 Rw 001, Desa...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – BEM FFKS berkolaborasi dengan ORMAWA FFKS Universitas Muhammadiyah Kuningan baru saja sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial bertajuk “Berkah Ramadhan”, Jumat (13/3/2026)...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar I’tikaf Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Islam dan Kesadaran Ekoteologi...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Kamis (12/3/2026) kemarin, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar Silaturahmi Ulama dan Umaro dalam agenda Dialog...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Jika biasanya yang disubsidi itu BBM, kini belanja di pasar pun dapat subsidi. Tentu tidak semuanya, ini hanya program daei Pemerintah Kabupaten...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menyediakan akses pemantauan lalu lintas secara daring melalui CCTV. Akses itu bisa...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Kuningan menyelenggarakan aksi sosial berupa pembagian takjil gratis yang dilanjutkan dengan agenda Buka...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Jalan yang baru saja ditambal aspal hotmix di depan SD Negeri 2 Cibingbin viral di media sosial setelah terlihat terkelupas. Video...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyalurkan lebih dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat selama pelaksanaan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati International Women’s Day, Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Kuningan menggelar kegiatan bertajuk “Symphony Pergerakan” di depan Pendopo Kabupaten...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Tumpukan limbah kayu di Desa Rajadanu, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan terbakar pada Kamis (12/3/2026) siang. Kebakaran tersebut diduga berasal dari pembakaran...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Menteri Kebudayaan RI Dr. H. Fadli Zon SS M Sc tertarik untuk datang langsung ke Kabupaten Kuningan. Hal itu diutarakannya saat...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Nurul Haenie seorang mahasiswi 19 tahun, menunjukkan rasa peduli terhadap pendidikan dan literasi dasar di kalangan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Hujan rintik-rintik tidak menghalangi semangat jamaah Halaqoh Satu Hari Seribu Sholawat (SHSS) untuk melaksanakan aksi sosial bertajuk “SHSS Berbagi 1.000 Takjil”...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut merupakan hasil...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) longsor. Akibatnya di sekitar tempat usaha warga...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Hingga saat ini, terdapat 369 organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kabupaten Kuningan. Hal itulah yang disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa...

Ragam

KUNINGAN ( MASS) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “IWAPI Peduli” membagikan 400 paket sembako dan 1500 paket...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan menyampaikan keprihatinan serius terhadap berbagai tindakan aparat kepolisian yang dinilai tidak mencerminkan prinsip penghormatan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan menargetkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN pada tanggal 12 sampai 13 Maret sudah dapat dibayarkan. Selain...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pada dini hari tadi, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, pagar tembok SD Negeri 1 Karangkamulyan Kecamatan Ciawigebang, ambruk. Sekolah yang...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Polemik penyadapan getah pinus di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), merembet ke ranah hukum. Pasalnya, LSM AKAR menempuh jalur...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Satu rumah warga di Desa Situgede, Kecamatan Subang mengalami kerusakan setelah bagian dindingnya ambruk akibat kondisi tanah yang labil usai diguyur...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Partai Masyumi kembali muncul dalam kancah politik, termasuk di Kabupaten Kuningan. Ketua DPD Partai Masyumi Kuningan, H Suhendra mengumumkan niat untuk...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tak sedikit dari warga yang menganggap Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kuningan adalah badan yang fokus pada pengawasan Organisasi...