Pesik Lolos Liga 3, Tapi Stadion Mashud Kuningan Belum Penuhi Standar Liga Nasional, Ini Alasannya

KUNINGAN (MASS) – Stadion Mashud Wisnu Saputra Kuningan hingga kini belum dapat digunakan sebagai lokasi pertandingan liga nasional. Kondisi infrastruktur stadion, terutama kualitas lapangan, menjadi salah satu kendala yang masih perlu dibenahi.

Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan rencana renovasi Stadion Mashud agar dapat menjadi tempat pertandingan sepak bola yang layak sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

“Tadi ada permohonan seperti itu, saya ingin sepak bola itu menjadi hiburan masyarakat Kuningan. Saya bercita-cita, mudah-mudahan bisa jadi tuan rumah. Tapi untuk itu saya akan berkumpul dulu dengan dewan legislatif,” ujar Dian usai menyambut tim Pesik Kuningan di Pendopo Kuningan, Minggu (12/7/2026) malam.

Menurutnya, kondisi lapangan Stadion Mashud saat ini masih belum memenuhi standar karena kondisi tanah yang sudah keras. Pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan, khususnya pada bagian rumput lapangan.

“Karena Kuningan ini memang tidak layak, tanahnya sudah keras. Kita akan coba. Untuk ke dana mungkin 1 sampai 2 miliar untuk perbaikan rumput saja. Kita akan secepatnya berdiskusi dengan legislatif dan TAPD, mudah-mudahan tahun depan, disampaikan kita mencari prestasi juga menjadi hiburan untuk menonton ,” katanya.

Sementara itu, Manajer Pesik Kuningan, Nono, mengatakan Stadion Mashud memang belum layak digunakan untuk kompetisi tingkat nasional. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan penataan agar stadion dapat memenuhi standar pertandingan resmi.

“Itu kan stadion belum layak untuk digunakan oleh liga nasional. Kita berharap kepada Bupati untuk ada penataan, karena Bupati juga sangat berharap Pesik ini lebih berkembang dan bisa menjadi hiburan masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Nono.

Menurutnya, jika Stadion Mashud sudah memenuhi standar, maka akan ada peluang digunakan untuk kompetisi Liga 3 maupun Liga 4.

“Kalau sudah bagus, saya kira bisa digunakan untuk liga nasional. Seperti Liga 3 dan Liga 4 gitu,” pungkasnya. (didin)