MAJALENGKA (MASS) – Wartawan dari berbagai daerah berkumpul mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Majalengka, Rabu (22/7/2026).
Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada PWI Jawa Barat karena secara konsisten menggelar UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan.
Menurut Eman, UKW menjadi proses penting untuk memastikan insan pers menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Pers memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi sekaligus mitra kritis pemerintah di tengah derasnya arus informasi.
“Pers memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi, mitra Krisis pemerintah ditengah arus informasi. Pers memiliki peran edukasi, sehingga menuntut kapasitas dan integritas yang tinggi agar mampu menjalankan fungsi kontrol sekaligus menghadirkan informasi yang sehat,” ujar Eman.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PWI Jawa Barat yang telah memilih Majalengka sebagai lokasi penyelenggaraan UKW.
Plt Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukrie, mengatakan pelaksanaan UKW di Majalengka merupakan agenda kedua pada tahun 2026 setelah sebelumnya Angkatan 74, 75, dan 76 digelar di Kota Bandung.
Sebanyak 14 kelas dibuka dalam pelaksanaan UKW kali ini, terdiri atas tujuh kelas jenjang Muda, lima kelas jenjang Madya, dan dua kelas jenjang Utama.
Menurut Ahmad, penyelenggaraan UKW merupakan hasil kolaborasi antara PWI Jawa Barat, DPRD Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, serta Politeknik Merdeka Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat kompetensi wartawan, khususnya yang bertugas di Jawa Barat.
Ia menegaskan PWI Jawa Barat secara rutin menggelar UKW setiap tahun untuk memastikan wartawan memiliki standar kompetensi yang tinggi dan mampu menerapkan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan.
“Dengan karya jurnalistik yang sesuai kode etik dan ketentuan lainnya, maka informasi hoaks dapat dicegah. Makanya wartawannya harus kompeten. UKW digelar untuk mengukur wartawan itu kompeten,” katanya.
Ahmad berharap peserta yang dinyatakan kompeten dapat terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik serta menjalankan tugas secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, Peraturan Perilaku Reporter dan Redaktur (PPRA), serta kode perilaku wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Mas Adi Komar, melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nidar Nadrotan Naim Sujana, mengatakan kerja sama penyelenggaraan UKW merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung keberlangsungan pers yang profesional.
“UKW ini merupakan ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap media yang selama ini menjadi mitra strategis,” katanya.
Nidar berharap pelaksanaan UKW melahirkan wartawan yang kompeten sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Ia menegaskan Pemprov Jawa Barat akan terus menjadi mitra bagi insan pers.
Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S Depari, yang turut menjadi penguji dalam UKW, menyebut Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang paling konsisten menyelenggarakan UKW.
“Mudah-mudahan seluruh peserta uji kompetensi kali ini dapat dinyatakan kompeten,” ucapnya. (didin)