Peringati HUT Kemerdekaan RI dan Milangkala Desa Padamatang ke-43, Karang Taruna Lurgeta Dorong Regenerasi dan Ekonomi Desa

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Padamatang, Kecamatan Pasawahan gelar perayaan ganda untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus Milangkala Desa Padamatang ke-43. Rangkaian acara yang diusung Karang Taruna Lurgeta berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kemeriahan pesta rakyat tersebut dimulai dari berbagai perlombaan tradisional pada 16–17 Agustus 2026, lalu dilanjutkan dengan jalan santai pada 22 Agustus 2026. Puncak acara ditutup secara hangat melalui Malam Inagurasi yang menampilkan ragam seni lokal, mulai dari pementasan anak-anak, grup hadroh ibu-ibu, hingga tarian kesenian tradisional Sintren.

Acara jalan santai turut dihadiri oleh Camat Pasawahan, Asep Dudi Riyadi, SE, MSi, untuk membuka dan memberikan arahan langsung kepada para pemuda dan warga desa. Ia menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan perekonomian desa. Ia menegaskan perlunya sinergi antara Karang Taruna dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Karang Taruna memiliki posisi penting sebagai wadah pemuda desa untuk belajar berorganisasi, membangun kapasitas diri, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran dalam pembangunan,” tutur Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi.

Sementara itu, Kepala Desa Padamatang, Alim, memandang momen usia ke-43 tahun desanya sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi. Menurutnya, perjalanan panjang Desa Padamatang membutuhkan estafet kepemimpinan dari anak-anak muda.

“Regenerasi harus terus tumbuh di desa ini. Dengan semangat kolaborasi antar generasi, kita berharap Desa Padamatang dapat terus maju,” tuturnya.

Lanjut Ketua Karang Taruna Lurgeta Desa Padamatang, Chaerul Rahman, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini bukanlah sekadar pesta seremonial tahunan, melainkan bagian dari komitmen program kerja jangka panjang.

Ia mengajak para pemuda untuk berani berpihak pada kepentingan rakyat dan fokus pada pengentasan pengangguran serta kesejahteraan masyarakat desa.

“Mari kita baca beban sejarah di depan kita. Beban kita adalah membebaskan rakyat dari penderitaan hidup sehari-hari dan masalah kesempatan kerja. Ringkasnya, beban sejarah kita adalah menggalakkan keberanian rakyat untuk menyuarakan diri,” pungkasnya. (raqib)