Pengabdian di Koperasi Karya Nugraha Jaya, Akademisi UM Kuningan Beber Hasil Penelitian, Dorong Limbah Sapi Diubah jadi Produk Bernilai Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah akademisi dari Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Koperasi Karya Nugraha Jaya Kuningan, salah satu koperasi peternakan sapi yang eksis di Kuningan. Dalam kegiatan pengabdian, yang cukup disoroti adalah pengelolaan kotoran sapi perah. Dimana, mereka mendorong pengurus dan anggota koperasi untuk tidak lagi memandang kotoran sapi perah hanya sebagai limbah, tetapi sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ari Abdulah Safari MPt, Dosen Program Studi Peternakan UM Kuningan, sebagai ketua pelaksana. Dalam pelaksanaannya, Ari didampingi oleh Choirul Badriah, SPt MSi Dosen Program Studi Peternakan, Linda Ade Rahmawati SPd MM, Dosen Program Studi Manajemen, serta M Dikra Pamungkas, mahasiswa Program Studi Peternakan dari UM Kuningan.

Pengabdian ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian ketua tim pelaksana dalam pengolahan feses sapi perah. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan daun kirinyuh sebagai sumber karbon dalam proses pengolahan kotoran sapi perah untuk menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POP). Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah yang lebih praktis sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil olahan bagi sektor pertanian.

Kegiatan juga terlaksana berkat dukungan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Pemula dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek).  Menurut ketua tim, Ari Abdulah Safari, M.Pt., kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang peternak terhadap limbah peternakan.

“Kami ingin peternak melihat bahwa kotoran sapi perah bukan hanya persoalan yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah dan memberikan manfaat. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya pemahaman teknis, tetapi juga munculnya minat dan kemauan untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan limbah peternakan yang lebih berkelanjutan di tingkat peternak. Dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan minat anggota koperasi, kata Ari, pengolahan kotoran sapi perah diharapkan dapat berkembang dari sekadar kegiatan pengelolaan limbah menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat bagi peternak, koperasi, dan lingkungan. Ia juga menargetkan, kegiatan seperti ini akan berlanjut dengan mengundang anggota koperasi lain untuk dapat dilatih mengelola kotoran sapi perah mereka secara efektif dan efisien.

Selain aspek produksi, lanjut Ari, tim peneliti juga memberikan perhatian pada manajemen operasional dan pemasaran. Peserta diarahkan untuk memahami alur produksi, pembagian tugas, pengendalian kualitas, pencatatan produksi, hingga strategi pemasaran produk secara sederhana melalui media sosial dan marketplace.

Ari bilang, dengan berpadunya bidang peternakan dan pengolahan limbah bersama bidang manajemen dalam kegiatan pengabdian tersebut, harapannya program ini nantinya tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan anggota koperasi dalam menjalankan proses pengolahan secara mandiri. (eki)