KUNINGAN (MASS) – Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai ditutup sementara sejak 6 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Meski aktivitas pendakian menuju puncak dihentikan, petugas pengelola tetap disiagakan. Selain melakukan pemeliharaan jalur dan pemulihan ekosistem, petugas juga melakukan patroli untuk mengantisipasi pendaki yang nekat menerobos jalur pendakian.
Ketua MPPGC Palutungan, Endun Abdullah, mengatakan masa penutupan akan dimanfaatkan pengelola untuk melakukan sejumlah kegiatan perawatan dan pemulihan kawasan.
“Bukan hanya sebatas perawatan jalur, mungkin lebih ke pemulihan ekosistem,” ujar Endun, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, di masa penutupan itu, pengelola akan melakukan pembenahan jalur sekaligus membersihkan berbagai fasilitas yang berada di kawasan pendakian. Sejumlah fasilitas seperti shelter, gazebo, dan MCK akan mendapat perhatian selama masa penutupan.
“Pertama mungkin kita beres-beres jalur, kemudian operasi sampah. Kita juga bersih-bersih bangunan yang ada dan eksis sekarang, seperti shelter, gazebo, kemudian MCK,” katanya.
Endun menambahkan, petugas tetap berjaga di basecamp selama masa penutupan. Selain melakukan pemeliharaan, mereka juga akan melakukan patroli di seluruh jalur untuk mencegah adanya pendaki yang memaksakan diri menuju puncak.
Pasalnya, meski jalur resmi ditutup, terdapat sejumlah jalur yang diketahui masyarakat dan berpotensi digunakan untuk menerobos masuk.
“Petugas selalu standby di basecamp. Salah satunya patroli, kemudian jaga-jaga barangkali ada yang memaksa mendaki sampai puncak,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kekhawatiran utama pengelola adalah adanya pendaki yang masuk melalui jalur-jalur yang tidak diperbolehkan karena seluruh jalur pendakian menuju puncak saat ini ditutup.
“Kalau yang tahu jalur-jalur itu banyak, sehingga asal masuk saja. Itu yang kita khawatirkan. Makanya kita mengadakan penjagaan di sini dan patroli juga,” ungkap Endun.
Di sisi lain, aktivitas hiking menuju Cigowong masih tetap diperbolehkan sehingga petugas pengelola tetap memberikan pelayanan untuk kegiatan tersebut.
Terkait waktu pembukaan kembali jalur pendakian, Endun menyebut belum ada kepastian. Surat edaran pemerintah mengenai penutupan tidak mencantumkan batas waktu pembukaan.
Ia memperkirakan jalur pendakian baru akan kembali dibuka setelah kondisi cuaca memasuki musim hujan dan risiko kebakaran hutan serta lahan menurun.
“Yang pasti menurut prediksi saya, ketika hujan turun baru dibuka kembali,” pungkasnya. (didin)