Pendaftar SMAN 1 Cigugur Tembus 1.317 Calon Siswa, Kuota Tersisa 188 Kursi

KUNINGAN (MASS) – Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Cigugur pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sangat tinggi. Hingga masa pendaftaran tahap pertama, jumlah pendaftar yang memilih SMAN 1 Cigugur sebagai pilihan sekolah mencapai 1.317 orang, sementara kuota yang tersedia terbatas.

Kepala SMAN 1 Cigugur, Ikhsan Santosa, menjelaskan kuota awal sekolah tahun ini sebanyak 396 siswa yang akan terbagi ke dalam 11 rombongan belajar (rombel). Dari jumlah tersebut, sebanyak 208 kursi telah terisi melalui proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Menurutnya, pada jalur PCMB, SMAN 1 Cigugur menerima 984 pendaftar, namun kuota yang tersedia hanya 208 kursi. Sementara di jalur SPMB tahap 1 dan 2 kuota tersedia sisa 188 kursi, meski demikian pendaftaran masih membeludak, saat ini tercatat sudah masuk 333 orang pendaftar.

“Kuota awal 396 siswa. Sebanyak 208 siswa sudah terdata melalui PCMB, saat ini tersisa 188 kursi yang akan diperebutkan melalui tahapan SPMB,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Ikhsan menuturkan, SPMB tahun ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi jalur prestasi dan mutasi, sedangkan tahap kedua untuk jalur domisili dan afirmasi.

Pada jalur prestasi, terdapat beberapa kategori yakni prestasi akademik, prestasi nilai rapor, prestasi non-akademik, dan prestasi kejuaraan. Namun, tingginya minat masyarakat pada jalur rapor menyebabkan persaingan sangat ketat.

“Jalur rapor kuotanya sangat terbatas, sementara peminatnya mencapai ratusan orang. Banyak masyarakat yang menumpuk pada satu jalur sehingga peluang diterima menjadi lebih kecil,” katanya.

Data panitia menunjukkan jalur prestasi rapor hanya menyisakan dua kursi, sedangkan jumlah pendaftarnya mencapai sekitar 255 orang. Sementara jalur domisili juga menjadi favorit dengan jumlah peminat jauh melebihi kuota yang tersedia.

Ikhsan mengimbau calon peserta didik dan orang tua agar memahami strategi pemilihan jalur sesuai kondisi masing-masing. Menurutnya, banyak calon siswa yang sebenarnya memiliki peluang besar melalui jalur domisili, namun memilih jalur prestasi sehingga persaingan menjadi lebih berat.

“Kalau rumahnya dekat sekolah, seharusnya mempertimbangkan jalur domisili. Banyak yang justru memilih jalur rapor sehingga kalah bersaing dengan nilai yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat kuota yang tidak terisi pada tahap pertama, maka sisa kuota tersebut akan dialihkan ke tahap kedua sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, jalur prestasi tidak akan dibuka kembali pada tahap kedua.

Hingga hari terakhir pendaftaran tahap pertama, panitia masih melakukan verifikasi dan perbaikan berkas pendaftar.

Meski persaingan cukup ketat, Ikhsan berharap seluruh kuota 11 rombongan belajar dapat terisi dan mampu menampung sebanyak mungkin lulusan SMP, khususnya dari wilayah Cigugur dan sekitarnya.

“Kami berharap masyarakat memahami aturan dan memilih jalur yang sesuai. Mudah-mudahan seluruh kuota dapat terisi dan kebutuhan pendidikan masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (didin)