Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Politics

Pasangan Utama Lahir Sebelum Didukung Parpol Pengusung

KUNINGAN (Mass) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Rana Suparman SSos menyebut, bahwa pasangan Utama (Utje-Acep, red) saat itu lahir sebelum munculnya dukungan dari sejumlah parpol pengusung. Pernyataan itu terungkap saat digelarnya Rakorwil (Rapat Koordinasi Wilayah) Dapil I bersama unsur kepengurusan tingkat DPC, PAC, hingga Ranting dan anak Ranting di RM Mayang kemarin, Selasa (21/6).

“Perlu saya bernostalgia ke masa lalu, bahwa Pilkada 2013, tepatnya tanggal 2 Mei itu DPP mengadakan rapat pleno. Tau darimana, bahwa didalam ketentuan rekomendasi dijelaskan berdasarkan hasil pleno itu memutuskan saudari Hj Utje Ch Suganda sebagai bupati dan Acep Purnama sebagai wakil bupati, ditandatangan dan diserahkan tanggal 3 Mei ke Kuningan,” ucap Rana sekaligus sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kuningan itu.

Pada tanggal 3 Mei lanjut Rana, rekomendasi itu sudah ada di tangan DPC partai dan diserahkan kepada almarhumah Hj Utje Ch Suganda. Lalu, pada tanggal 18 Mei itu baru mendapat dukungan dari partai-partai politik lain.

“Jadi, pasangan Utje-Acep dulu lah lahir baru mendapat dukungan dari partai-partai lain. Itu sejarah politik, fakta politik yang tak bisa diganggu gugat, dan bukan Utje-Acep lahir atas pertemuan partai-partai politik lalu keluar Utama, bukan. Tapi pasangan Utama dulu lahir, dikonsolidir pada partai-partai lain baru mendapat dukungan,” bebernya.

Sehingga kata Rana, ketika muncul persoalan soal kekosongan dalam posisi wakil bupati dan begitu kencang pemberitaan di media agar posisi wabup dikosongkan, maka PDIP setelah rapat pleno memutuskan posisi wabup harus diisi oleh kader PDIP.

“Kader parti tidak berkehendak Ibu Utje itu dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Doa kita menyertai beliau, agar selesai tuntas menjalankan amanah lima tahun penuh, tapi Allah berbicara lain, lalu situasi politik tidak jelas dan akhirnya DPC serba salah, rapat dipercepat sehingga setelah 40 hari berjalan baru kita komunikasi,” katanya.

Maka ketika posisi wabup itu harus diisi, pihaknya melakukan penjaringan calon wabup. Kemudian lahir lah enam balon wabup yakni M Ridho Suganda, H Ade Petruk, Dede Sembada, Udin Burhanudin, Etik dan termasuk dirinya yang menjabat sebagai ketua partai. (andri)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement