KUNINGAN (MASS) – Sebagai salah seorang pimpinan Baznas Kuningan yang lama, Dr KH Aang Asy’ari Lc MSi pamitan pasca terpilih 5 pimpinan yang baru. Ada pesan penting yang ia sampaikan baik terkait angka penghimpunan zakat maupun keberatannya jika ada pengurus “titipan”.
“Ya saya sudah pamitan di grup Baznas. Selamat untuk Bapak H. Yusron yang telah terpilih sebagai ketua Baznas yang baru dan empat pimpinan lainnya, semoga Allah SWT senantiasa menjaga langkah tim Baznas dan menjadikan BAZNAS Kabupaten Kuningan semakin maju, amanah, dan membawa keberkahan bagi umat,” ucapnya, Jumat (12/6/2026).
Selain mengucapkan maaf, Aang juga berterimakasih kepada seluruh pimpinan Baznas yang telah bahu-membahu berjalan dalam satu niat dan satu perjuangan. Dengan kerja keras, kebersamaan, dan doa semua, ungkapnya, penghimpunan zakat yang dahulu sekitar Rp4 miliar dapat meningkat hingga lebih dari Rp8 miliar.
“Rp8,2 M pertahun, alhamdulillah naik 100%. Itu bukan capaian individu, melainkan buah dari ikhtiar bersama,” sebut kyai muda yang baru saja pulang dari Mekkah tersebut.
Untuk itu Aang berkeyakinan kepengurusan baru akan mampu melebihi pencapaian tersebut. Dan sebagai orang yang cukup lama menyelami Baznas, dirinya tahu betul apa-apa yang dapat membebani lembaga amil zakat tersebut. Salah satunya jika ada pejabat atau pegawai baru “titipan”.
“Saya berharap jangan ada pejabat titipan. Seleksi sudah selesai. Saya yakin semua sudah legowo. Karena kalo betul, ini bisa memberatkan anggaran baznas dan menurut saya itu tindakan yang tidak bijak. Saya hanya mengingatkan baznas itu beda. Pemilik sahamnya itu warga miskin,” tandas kyai yang kini diamanahi jadi Dewas LPPOM MUI Jabar tersebut.
Di akhir, ia juga berterimakasih kepada seluruh amil, mulai dari amil senior hingga jajaran paling junior. Mereka secara tulus dan sigap dalam menjalankan tugas.
“Mulai dari Pak Ero hingga jajaran paling junior, saya ucapkan terimakasih. Saya merasakan sendiri ketulusan dan kesigapan rekan-rekan setiap kali saya membutuhkan bantuan. Teruslah tumbuh, jangan pernah puas dengan posisi dan kemampuan hari ini. Tingkatkan kompetensi, tetaplah menjadi pembelajar sejati, dan jangan lupa menjadi pasangan yang membahagiakan bagi suami atau istri masing-masing. Jadikan rumahku surgaku, karena kebahagiaan dan keberkahan kerja sering kali berawal dari keluarga yang harmonis,” ucapnya. (deden)