KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota yang tercatat dalam organisasi ini mencapai sekitar 3.590 orang.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Yan Sanjaya, saat ditemui di kantornya beberapa hari yang lalu.
Yan Sanjaya menjelaskan keberadaan banyak organisasi ini menunjukkan tingginya partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan di Kuningan, ditambah kemungkinan masih banyak organisasi kepoemudaan yang belum tercatat.
“Ada sekitar 3590 orang yang terdata sebagai pengurus organisasi kepemudaan yang masuk ke 40 organisasi,” ujarnya.
- Saka pariwisata : 137 orang
- KNPI kuningan : 34 orang
- Karang Taruna Kabupaten: 80 orang
- Purna Paskibra Indonesia Kab. Kuningan : 136 orang
- Forum SAS : 24 orang
- Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Indonesia (KIPAN) Kab. Kuningan: 34 orang
- Paguyuban Moka Kuningan: 48 orang
- Osis Kab. Kuningan : 2.140
- Pemuda Muhammadiyah: 50 orang
- Forum Duta Anti Bulying: 140 orang
- Forum Genre: 35 orang
- Fatayat NU: 25 orang
- BEM UNIKU: 40 orang
- BEM UM KUNINGAN: 35 orang
- BEM UBHI: 28 orang
- BEM UNISA: 20 orang
- BEM STIS KHUSNUL KHOTIMAH: 30 orang
- BEM UNISA: 25 orang
- Pemuda PUI: 15 orang
- PMII: 20 orang
- GP Ansor : 25 orang
- KNPI: 34 orang
- Garuda Bangsa: 15 orang
- HMI: 30 orang
- Gema Mathla’ul Anwar: 20 orang
- Srikandi Pemuda Pancasila: 20 orang
- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kab. Kuningan (PMII): 23 orang
- PSNU Pagar Nusa Kabupaten Kuningan : 20 orang
- Nasyi’atul Aisyiah: 24 orang
- GENPI (Generasi Pesona Kuningan Indonesia): 30 orang
- Forum komunikasi pemuda koperasi: 25 orang
- Keluarga mahasiswa kuningan Bandung Raya (KMK-BR) : 35 orang
- Banteng Muda Indonesia : 23 orang
- Satuan Kreatif Muda Nyata (SKMN) DPD Kuningan : 20 orang
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI): 30 orang
- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) : 25 orang
- Pimpinan daerah Gerakan Pemuda Islam: 20 orang
- Pemuda Demokrat Indonesia: 20 orang
- Pemuda Khatolik: 26 orang
- Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) : 20 orang
Ia juga menuturkan hingga saat ini, masih melakukan inventarisasi terhadap organisasi-organisasi yang belum terdaftar dalam data resmi.
“Sampai bulan Maret nanti, kami akan terus menginventarisasi dan melengkapi data yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan meskipun banyak organisasi yang sudah terdaftar, masih ada yang belum melengkapi profil dan data yang dibutuhkan.
“Kami meminta kepada organisasi yang sudah ada untuk segera melengkapi data dan profil mereka agar kami memiliki informasi yang lebih akurat,” pungkasnya. (raqib)
















