KUNINGAN (MASS) – Di tengah hiruk pikuk dunia yang menuntut perubahan, ada satu amalan mulia yang sering luput dari perhatian kita: memberikan nasihat kepada pemimpin demi kemaslahatan umat. Hal ini termasuk amalan mulia bahkan disebut sebagai jihad fi sabilillah.
Mengapa begitu besar nilainya? Karena seorang pemimpin memikul amanah yang berat.
Keputusan satu orang di atas bisa mengangkat atau menjatuhkan ribuan bahkan jutaan orang. Ketika pemimpin salah arah, maka umatlah yang menanggung akibatnya. Di sinilah peran ulama, cendekiawan, dan rakyat yang peduli untuk menjadi “rem” dan “kompas” melalui nasihat yang jujur, lembut, dan konstruktif.
Rasulullah SAW bersabda: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.”
Hadits ini menegaskan bahwa an-nashihah bukan sekadar saran biasa. Ia adalah bagian dari agama itu sendiri. Memberi nasihat kepada pemimpin termasuk dalam cakupan ini, asal dilakukan dengan adab, ilmu, dan niat untuk memperbaiki, bukan menjatuhkan.
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa nasihat untuk pemimpin adalah dengan menolong mereka dalam kebenaran, mengingatkan mereka dengan lembut ketika lalai, dan mendoakan kebaikan untuk mereka. Ini jauh lebih berat daripada sekadar mengkritik dari kejauhan.
Jihad yang Sunyi tapi Berdampak Besar
Menegur penguasa yang zalim sering disebut Rasulullah SAW sebagai jihad afdhal atau jihad yang paling utama. Beliau bersabda: “Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”
Jihad ini tidak memerlukan angkat senjata. Ia menuntut keberanian hati, kelapangan ilmu, dan keikhlasan niat. Karena tujuannya bukan popularitas, melainkan agar umat selamat dan pemimpin kembali ke jalan yang lurus.
Kita semua bisa menjadi bagian dari jihad ini. Jangan pernah lelah menasihati dengan hikmah. Jangan diam ketika melihat kebatilan yang merugikan umat. Dan jangan lupa, iringi nasihat itu dengan doa agar Allah melunakkan hati para pemimpin untuk menerima kebenaran.
Semoga Allah menjadikan kita umat yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta menjadikan para pemimpin kita sebagai pemimpin yang adil dan amanah.
Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat