Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Moderasi Beragama, Racun Sekulerisme

KUNINGAN (MASS) – Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Polisi Wawan Ridwan menyatakan wilayah Cirebon termasuk rawan terorisme sehingga perlu ada penguatan kapasitas dan kompetensi personel TNI/Polri serta instansi terkait. (antaranews,com, 22 Juni 2022)

Badan Penanggulangan Teroris (BNPT) menemukan sebanyak 1.540 kotak amal di Jawa Barat digunakan sebagai media untuk mendanai kegiatan terorisme. Temuan sepanjang 2021 itu menempatkan Jawa Barat di urutan 19 dari 32 Provinsi di Indonesia sebagai wilayah yang beresiko tinggi terhadap jaringan terorisme. (kb.id, 22 Juni 2022)

Dari berita-berita ini, aksi BNPT selanjutnya adalah BNPT mengajak masyarakat untuk menggencarkan moderasi beragama di wilayah CIRAYA.

Walikota Cirebon menyatakan bahwa masyarakat harus aktif dalam pengawasan terorisme dengan menjadi inteligen pemerintah.

Seminar lintas agama diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di kawasan CIligugur, kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (kabarwashliyah.com, 17 November 2022)

Kenapa akhirnya menggencarkan moderasi agama di tengah-tengah kaum muslimin yang diwaspadai berada dalam jaringan terorisme?

Moderasi agama adalah proyek besar yang menyasar islam dan umat islam. Islam akhirnya disamakan dengan agama-agama lainnya, dan kaum muslimin dibiarkan beragama Islam asalkan tidak terlalu fanatik dengan Islamnya, artinya kaum muslimin harus bersikap toleransi dengan agama lain, bahkan mengakui kebenaran agama lainnya. Artinya, Islam supaya Islam dipeluk oleh umatnya hanya sebatas agama ritual saja, tidak menjadikan sebagai agama yang harus dijalankan secara kaffah atau menyeluruh.

Proyek ini bertujuan untuk menancapkan paham tertentu yang disebut Islam moderat dan menjadikan kaum muslim menjadi muslim moderat. Muslim yang mengakui semua agama sama mengajarkan keimanan pada Penciptanya dan mengajarkan kebaikan untuk kehidupan. Program ini menyasar semua kalangan masyarakat, baik para guru agama; karena guru adalah penyampai pesan yang pasti digugu dan ditiru, mahasiswa; mereka agen penerus kepemimpinan yang harus dipegang pemikirannya, kaum milenial hingga kalangan pesantren yang akan di cap radikal ketika tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Islam pernah tegak selama 13 abad, kemudian dihancurkan menjadi negeri-negeri kecil yang terpecah belah dan tanpa kesatuan pemimpin. Makanya mereka tidak ingin Islam kembali bangkit, ketika terlihat ada kebangkitan, mereka akan berupaya menghalanginya dengan berbagai cara, salah satunya mengencarkan opini moderasi beragama. Sehingga kaum muslimin akan menjadi moderat, hanya memilih syariat-syariat Islam yang bersifat urusan pribadi dengan Pencipta-Nya, yakni ibadah ritual semata. Sedangkan yang ingin menerapkan semua syariat-Nya akan dikekang.

Jelas ini sangat membahayakan bagi kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Kaum muslimin akan jauh dari agama yang dipeluknya, karena akan takut di cap teroris, sehingga menjauhi mendalami Islam yang mendalam. Kaum muslimin juga akan merasa sah-sah saja ketika tidak sesuai dengan ajaran agamanya.

Wajah asli Islam moderat, yaitu Islam yang mengakomodasi pemikiran di luar Islam yakni pemikiran asing, sehingga semua pemikiran tersebut bisa diterima dan dijalankan bersamaan dengan menjalankan ajaran Islam.

Bagaimana menghadang arus moderasi beragama yang terus dideraskan?

Kaum muslimin harus tetap kuat memegang keimanannya dan konsekuensinya. Tidak takut akan propaganda yang menyudutkannya.

Sebagai umat Islam yang taat seharusnya semakin memperkuat akidah Islam, semakin memperkokoh syaksiyah Islamiyahnya dan terus mempelajari Islam secara menyeluruh, agar terbentuk umat Islam yang takwa dan kokoh mengembannya sebagai agama yang khas, agama yang tidak sama dengan agama lainnya yang sebatas ritual saja.

Selain itu, harus dibangun jamaah di antara orang atau kelompok yang sudah tersadarkan sebagai benteng pencegah sekaligus pelindung dari jahatnya program moderasi beragama ini. Harus dibangun ta’aawun atau saling mendukung dan menolong sehingga umat ini bagaikan bangunan kokoh tak tergoyahkan.

Kelompok dakwah Islam harus gencar melakukan amar makruf nahi munkar agar umat Islam tidak terjebak dengan moderasi beragama ini.

Wallahu’alam bishshawab.

Penulis : Ummu Nadiatul Haq

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement