KUNINGAN (MASS) – Meski plastik harganya melambung tinggi pasca harga minyak dunia melonjak tajam karena konflik timur tengah, sebagian pedagang kecil tak menaikkan harga jual produknya.
Padahal, dagangannya itu banyak menggunakan plastik, terutama bagi pemesan yang take away alias dibungkus untuk dibawa pulang.
Hal itulah yang juga terpotret di Mie Ayam Goceng depan Terminal Kertawangunan. Sesuai namanya, sejak awal mie ayam disini dijual dengan harga goceng alias Rp 5.000,- saja.
https://kuninganmass.com/plastik-ganti-harga-naik-sampai-50-di-pasaran-duh/
“Tidak naik,” kata Mang Bosson, panggilan akrab lelaki penjual tersebut, sembari membungkus mie ayam pelanggan, baru-baru ini.
Ia berkelakar, apa yang ia jual bukan plastiknya, tapi mie ayamnya. Ia nampak memilih berpihak dan mempertahankan pelanggan yang kadung sudah tahu harga mie ayamnya goceng.
Apalagi, ucapnya, banyak pelanggan sengaja datang dari jauh ke tempatnya untuk menikmati mie ayam goceng yang eksis dan viral di media sosial. Ia tak mau, ujug-ujug menaikan harga seperti plastik.
Mie ayam goceng sendiri buka sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga menjelang waktu maghrib. Gerobaknya tepat berada di pinggir jalan, dekat gerbang Desa Kaduagung, sebrang terminal Kertawangunan. (eki)