KUNINGAN(MASS) – Kebijakan pemangkasan Alokasi Dana Desa yang dialihkan untuk kebutuhan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak menyurutkan komitmen pembangunan. Hal itulah yang ditunjukkan Pemerintah Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, memastikan proyek infrastruktur dasar warga tetap berjalan.
Kendati anggaran Dana Desa yang sebelumnya menyentuh angka kurang lebih Rp 1 miliar mengalami efisiensi signifikan. Kepala Desa Muncangela, Enco Carsa, ia membeberkan dari total anggaran awal yang dipangkas, Pemdes Muncangela masih mengelola sisa anggaran Dana Desa berada di kisaran Rp 373 juta.
“Dari anggaran yang tersisa sekitar Rp 373 jutaan itu, kita masih bisa menyisihkan untuk pembangunan. Termasuk pembangunan beberapa jalan irigasi dan juga WC komunal yang memang sudah diprogramkan,” ujarnya saat diwawancara kuninganmass.com Rabu (4/11/2026).
Lantaran sisa anggaran daerah terbatas, jajaran Pemdes Muncangela tidak tinggal diam dan terus memutar otak untuk menutup kekurangan biaya pembangunan. Ia menyebut pemerintah desa kini gencar bergerilya melobi berbagai pihak eksternal demi menggaet dana perbantuan di luar skema Dana Desa reguler.
“Jadi mau tidak mau, selain mengandalkan dari Dana Desa, kami pemerintah desa berusaha keras untuk mencari anggaran dana dari berbagai pihak,” paparnya.
Upaya pencarian dana alternatif dengan membidik program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, donatur swasta, hingga program bantuan keuangan dari pemerintah tingkat atas. Langkah proaktif ini diambil agar seluruh target pembangunan infrastruktur di Desa Muncangela tetap terealisasi.
“Baik dari donatur, CSR, maupun bantuan-bantuan pemerintah yang lainnya terus kita upayakan,” pungkasnya. (raqib)
