‎Menjadi Muslimah Pembuka Pintu Rezeki

KUNINGAN (MASS) – Menjadi muslimah pembuka pintu rezeki bukan tentang seberapa pintar ia mencari uang. Tapi tentang seberapa dekat ia dengan Pemilik Rezeki. Allah-lah Ar-Razzaq.
‎
‎Tugas kita bukan mengejar rezeki dengan cemas, tapi menyiapkan hati dan rumah agar rezeki betah datang dan berkah menetap. Paling tidak ada tiga kunci utama muslimah pembuka pintu rezeki.
‎
‎Pertama, MENJAGA KETAATAN – Kunci Langit Dibuka. Banyak muslimah lelah bekerja keras, tapi lupa kunci utamanya. Kunci utamanya adalah takwa. Takwa itu magnet rezeki. Allah SWT berfirman:
‎
‎وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
‎”Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Thalaq: 2-3)

Seperti apa ketaatan seorang muslimah pembuka rezeki? Yaitu dengan menjaga sholat di awal waktu. Sholat bukan menghalangi pekerjaan, tapi sholat yang mendatangkan pertolongan untuk pekerjaan.
‎
‎Menjaga aurat dan kehormatan. Rasa malu muslimah adalah mahkota. Allah mencintai hamba yang menjaga dirinya karena Allah.
‎
‎Menaati suami dalam kebaikan dan berbakti pada orang tua. Ridho suami dan ridho orang tua adalah pintu langit yang sering dilupakan.
‎
‎Menjauhi maksiat kecil yang merusak keberkahan. Gosip, mengeluh terus di media sosial, riba. Maksiat menutup pintu rezeki. Rasulullah SAW bersabda:
‎
‎”Sesungguhnya seseorang terhalang dari rezekinya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ibnu Majah)


‎Kedua, MEMPERBANYAK SYUKUR – Kunci Rezeki Ditambah. Allah tidak meminta kita sempurna, Allah meminta kita bersyukur. Istri yang pandai bersyukur membuat suami semangat, membuat rumah lapang, membuat rezeki yang sedikit terasa banyak. Allah SWT berfirman:


‎لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
‎”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
‎
‎Amalan syukur muslimah pembuka rezeki.
‎
‎a. Istighfar setiap hari. Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tapi pembuka keran rezeki. Karena itu, biasakan 100x istighfar pagi dan sore.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا – يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا – وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ
‎”Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.” (QS. Nuh: 10-12).
‎
‎
‎b. Syukur dengan lisan dan perbuatan.
‎Jangan hanya bilang Alhamdulillah, tapi tunjukkan. Masak yang enak untuk keluarga, ucapkan terima kasih pada suami meski pemberiannya kecil, jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain di Instagram.
‎
‎Ketiga, MENEBAR KEBERKAHAN – Kunci Rezeki Mengalir. Rezeki itu seperti air. Jika ditahan, ia akan keruh dan habis. Jika dialirkan, ia akan jernih dan terus mengalir.
‎
‎Muslimah pembuka pintu rezeki tidak pelit doa dan tidak pelit berbagi.
‎
‎a. Sedekah subuh.
‎Sedekah paling ringan tapi paling berat timbangannya. Walau 5 ribu, walau hanya senyum.
‎Rasulullah SAW bersabda:
‎
‎”Tidaklah ada suatu hari pun di mana hamba-hamba Allah masuk waktu pagi, melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang kikir.'” (HR. Bukhari & Muslim)
‎
‎
‎b. Menjadi istri yang mendoakan. Doa muslimah di sepertiga malam untuk suami dan anak-anaknya adalah senjata paling ampuh. Saat suami berjuang di luar, istri menjadi benteng doa di rumah.
‎
‎c. Silaturahmi. Menyambung hubungan dengan keluarga, tetangga, teman. Rasulullah SAW bersabda:
‎
‎
‎”Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)
‎
‎Semoga Allah menjadikan setiap muslimah yang membaca ini sebagai pembuka pintu rezeki untuk keluarganya, pembawa keberkahan untuk rumahnya, dan penghuni surga-Nya. Aamiin.

Oleh Imam Nur Suharno
‎Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat