KUNINGAN (MASS) – “Mengukir Prestasi Mendobrak Batas Stigma, Menuju Indonesia Emas” sebuah tema yang digagas oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kuningan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, Senin, (26/1/2026) pagi itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriyani, Kepala Dinas Sosial, Anggota DPRD, Rektor Unisa, serta jajaran pengurus DPC Pertuni Kabupaten Kuningan.
Ketua Pertuni Kuningan, Budi Hidayah dalam sambutannya menyampaikan peringatan HUT ke-60 Pertuni bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi dan penguatan semangat bagi penyandang disabilitas netra untuk terus berdaya dan berprestasi.
Budi menyebutkan stigma dan keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Menurutnya, penyandang disabilitas mempunyai potensi besar yang harus diberi ruang dan kesempatan yang setara.
“Tema yang digagas ini menjadi pengingat bahwa kami para tunanetra, mampu berkarya, berprestasi, dan turut serta membangun bangsa,” ujar Budi.
Budi juga menyampaikan apresiasi dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan serta seluruh pihak yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap keberadaan dan pengembangan kapasitas anggota Pertuni, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mewujudkan hal itu,” kata Tuti.
Rektor Unisa Kuningan, Iman Nurul Hikmah Amrullah menyampaikan dukungannya terhadap pertuni. Ia menyebutkan Unisa menjadi salah satu kampus yang siap mengembangkan potensi untuk penyandang disabilitas, terutama terutama melalui pemberian akses pendidikan dan program beasiswa.
“Unisa membuka ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan, termasuk melalui program beasiswa dan pendampingan akademik, agar mereka dapat berkembang dan berdaya saing,” tuturnya.
Kegiatan peringatan HUT ke-60 Pertuni Kuningan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat dan ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kampus Unisa Kuningan dengan DPC Pertuni Kuningan. (didin)







