Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Agung Adiatna, seorang pengamat sosial.

Headline

“MBG Program Konsumtif, Bukan Produktif”

KUNINGAN (MASS) – Agung Adiatna, pengamat sosial, mengungkapkan pandangannya tentang program Makanan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah, kala diwawancara dengan kuninganmass.com pada Sabtu (7/3/2026). Menurutnya, meskipun MBG bertujuan baik, ada banyak tantangan dan sentimen negatif yang perlu diperhatikan.

Agung menjelaskan sebenarnya program MBG bukanlah hal baru, karena China telah melaksanakan program serupa sejak tahun 2011 dengan anggaran besar mencapai 367 triliun rupiah selama periode 10 tahun. “Di Indonesia, anggaran MBG hanya Rp 335 triliun untuk satu tahun, yaitu 2026,” ujarnya, sarkastik.

Anggaran yang berbeda ini menunjukkan adanya ketimpangan, terutama mengingat China adalah negara maju sementara Indonesia masih dalam tahap berkembang. Ia menggarisbawahi MBG di China fokus pada siswa yang kekurangan gizi akibat kondisi ekonomi keluarga.

“Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, baik di pedesaan, migran, maupun yang kurang sejahtera,” tandasnya.

Di sisi lain, Indonesia menerapkan MBG untuk semua siswa tanpa menimbang latar belakang ekonomi penerima manfaat. “Jika MBG diberikan kepada siswa dari golongan atas atau swasta, kemungkinan besar mereka akan menolak. Mereka sudah memiliki gizi yang cukup dan membawa bekal dari rumah,” tuturnya.

Hal ini berpotensi membuat program tersebut menjadi mubazir, sementara siswa dari keluarga menengah ke bawah justru bersyukur karena sangat membutuhkan tambahan makanan.

Agung juga menyoroti dampak ekonomi sosial dari MBG terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar sekolah. “Dengan makanan bergizi gratis dari MBG, omset kantin dan pedagang kecil di sekitar sekolah bisa turun drastis. Bahkan, mereka sulit mendapatkan pelanggan,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga menekankan MBG merupakan program konsumtif, bukan produktif. Ia juga memperingatkan jika program MBG bertahan hingga 2029 tanpa adanya audit ulang, Indonesia akan berpotensi mengalami krisis ekonomi yang lebih parah, terutama dalam situasi global yang tidak menentu saat ini.

“Jika kas negara habis, pilihannya hanya ada tiga: memotong anggaran lainnya, menambah utang, atau menaikkan pajak. Jika tidak salah satunya diambil, kita bisa menghadapi krisis moneter yang lebih parah dari tahun 1998,” pungkasnya. (raqib)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Dalam kegiatan Safari Ramadhan 2026, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat melalui program “LKKS Berbagi”,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Komisi 2 DPRD Kuningan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PAM Tirta Kamuning, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kuningan...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Pesik Kuningan kini telah memfinalisasi keseluruhan skuad pemain yang akan berlaga di putaran nasional. Kepala Pelatih Pesik Kuningan, Dian Okta mengungkapkan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Jika banyak desa yang mengeluh karena potongan anggaran untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sangat besar bahkan sampai 60-70%, mungkin bagi...

Netizen Mass

Esai tentang Pentingnya Literasi Digital dalam Kehidupan Masyarakat Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat dalam beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan...

Insiden

KUNINGAN (MASS)  – Dalam pertemuan Bupati Kuningan Dr H Dian rachmat Yanuar M Si bersama kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang sembari buka puasa bersama, Jumat...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Menyusul dinamika situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah, jamaah umroh asal Kabupaten Kuningan dipastikan dalam kondisi aman dan hingga saat...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sekitar 1.500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat oleh Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang di sekitar lampu merah Ciporang, tepatnya di depan SD...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Sekitar 282 guru dari jenjang PAUD dan Sekolah Dasar mengikuti program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementer Komdigi RI, resmi membatasi akun anak di bawah 16 tahun di platform digital yang dianggap beresiko...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, mengenang pengalamannya saat masih menjadi birokrat dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana hingga kini belum memberikan keterangan ketika dimintai pendapat mengenai layak atau tidak layaknya menu...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Eskalasi di negara-negara Timur Tengah saat ini sangat tinggi, buntut pecahnya konflik Negara Iran Vs Israel yang juga didukung penuh oleh...

Netizen Mass

Yuk berefleksi mumpung Ramadan !!! KUNINGAN (MASS) – Satu sore di sebuah kantor pemerintahan. Tepat di bulan Ramadan. Langit perlahan meredup. Azan hampir mengudara....

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Melalui program Husnul Khotimah Peduli, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menyalurkan sebanyak 268 bingkisan kepada para guru ngaji yang tersebar di desa penyangga pondok...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi pemuda asal Kuningan yang mengemban ilmu di Timur tengah dan tak asing dengan adanya perang, bom dan suara tembakan....

Headline

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak pernah mengancam masyarakat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait unggahan menu Program...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Wilayah Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, pada Kamis (6/3/2026) kemarin mengalami fenomena cuaca yang mengejutkan, yaitu hujan es. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Safari Ramadan Tim V Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Syiarul Islam, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kamis...

Regional

CIREBON (MASS) – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Cirebon menggelar kegiatan berbagi takjil gratis...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, mengungkapkan perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel dan sekutunya akan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyoroti masalah pengelolaan sampah di Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang yang dinilai belum optimal. Dalam kunjungannya pada...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Warga Kabupaten Kuningan, berdasarkan data, rata-rata lama sekolah (RLS) nya hanya di anngka 7,91 tahun atau setara kelas 2 (atau kelas...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menu MBG yang terlihat pada gambar memperlihatkan sajian yang sangat sederhana dari salah satu dapur di Kecamatan Darma yang berlokasi di...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi, seorang pemuda asal Kuningan, berbagi kisahnya sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Hadramaut, Yaman. Selama lebih dari empat tahun...

Nasional

BANDUNG (MASS) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran mendampingi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Jawa Barat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran...