“MBG itu Lebih Baik Dihentikan Saja…..”

KUNINGAN (MASS) – Aliansi Mahasiswa Kuningan menegaskan aksi yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026), merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai program dan kebijakan nasional yang dinilai perlu mendapat evaluasi demi kepentingan masyarakat luas.

Koordinator aksi, Ihab Sihabudin, mengatakan terdapat empat isu utama yang menjadi fokus tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Menurutnya, berbagai program yang saat ini dijalankan pemerintah pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, namun masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Program-program ini memiliki niat yang baik, tetapi dalam pelaksanaannya masih harus diperbaiki dan dievaluasi. Kami berharap program-program tersebut bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran,” ujar Ihab.

Salah satu isu yang menjadi perhatian mahasiswa adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa menilai program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan efektivitas pelaksanaan serta manfaat yang diterima masyarakat sesuai tujuan awal program.

Selain itu, perwakilan massa aksi, Azril, menambahkan bahwa mahasiswa juga mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Mahasiswa juga meminta RUU Polri dikaji ulang guna mencegah potensi masuknya aparat ke ranah sipil yang dinilai tidak semestinya.

Azril juga menyampaikan evaluasi terhadap MBG perlu dilakukan secara serius apabila ditemukan berbagai persoalan dalam implementasinya.

“Terkait program MBG, kami menilai perlu dilakukan evaluasi total. Ketika memang terdapat berbagai permasalahan dan justru menjadi persoalan yang krusial, maka lebih baik dihentikan dan ditinjau kembali,” kata Azril.

Lebih lanjut, menurutnya mahasiswa juga mendorong adanya kajian lebih mendalam terkait pelaksanaan dan penempatan program agar tidak menimbulkan dampak negatif di lapangan.

“Kalau memang lebih parah lagi, kami akan menunjukkan bahwa program MBG itu lebih baik dihentikan saja,” pungkasnya. (didin)