Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Lilis Suryani, Guru dan Pegiat Literasi. (dok LS)

Netizen Mass

Ledakan Pariwisata Kuningan: Antara Janji Kesejahteraan dan Ancaman Ketahanan Pangan

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan kini menjelma menjadi salah satu magnet wisata utama di Jawa Barat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke daerah ini mencapai 3,59 juta kunjungan. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,63 juta perjalanan. Lonjakan ini kerap dipandang sebagai indikator keberhasilan pembangunan sektor pariwisata sekaligus peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan, muncul pertanyaan mendasar: benarkah pertumbuhan sektor pariwisata membawa kesejahteraan bagi masyarakat, atau justru menjadi pintu masuk pergeseran fungsi lahan produktif yang mengancam ketahanan pangan dan kehidupan rakyat kecil?

Pergeseran Arah Ekonomi: Dari Pangan ke Pariwisata

Kuningan selama ini dikenal sebagai wilayah dengan potensi pertanian yang kuat. Tanahnya subur, masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor agraria, dan hasil bumi menjadi penopang ekonomi lokal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, meningkatnya pembangunan kawasan wisata perlahan menggeser orientasi pembangunan daerah. Lahan-lahan yang sebelumnya digunakan untuk bertani kini berubah fungsi menjadi resort, tempat rekreasi, dan berbagai fasilitas penunjang pariwisata.

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembangunan, dari sektor riil yang menopang kebutuhan pokok masyarakat menuju sektor jasa yang berorientasi pada perputaran uang cepat. Dalam jangka pendek, pariwisata memang mampu menghasilkan pemasukan. Namun dalam jangka panjang, pengabaian sektor pertanian berpotensi melemahkan kemandirian pangan dan meningkatkan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Lebih jauh lagi, perubahan fungsi lahan ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

Janji Lapangan Kerja: Realita yang Tak Seindah Narasi

Advertisement. Scroll to continue reading.

Salah satu alasan utama yang sering digunakan untuk membenarkan pembangunan kawasan wisata adalah penciptaan lapangan kerja. Namun, realitas di lapangan tidak selalu sejalan dengan narasi tersebut.

Masyarakat lokal yang kehilangan lahan pertanian sering kali tidak memiliki pilihan selain menerima pekerjaan di sektor pariwisata dengan posisi dan upah yang rendah, seperti petugas kebersihan, penjaga tiket, atau pekerja informal lainnya. Pekerjaan tersebut tidak hanya terbatas jumlahnya, tetapi juga tidak memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai.

Ironisnya, mereka yang sebelumnya memiliki kemandirian ekonomi sebagai petani, justru berubah menjadi buruh dengan penghasilan terbatas di tanah yang dahulu mereka miliki.

Sementara itu, keuntungan terbesar justru dinikmati oleh para pemilik modal. Korporasi besar dengan kekuatan finansial mampu membangun hotel, resort, restoran, dan berbagai fasilitas wisata lainnya. Mereka menguasai rantai bisnis, mulai dari pengelolaan kawasan hingga layanan pendukungnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Akibatnya, pariwisata lebih banyak menjadi ladang keuntungan bagi pemodal dibandingkan sarana pemberdayaan masyarakat lokal.

Dampak Sosial, Budaya, dan Lingkungan

Selain dampak ekonomi, pembangunan pariwisata juga membawa konsekuensi sosial dan budaya. Arus wisatawan yang membawa nilai dan gaya hidup berbeda dapat memengaruhi pola kehidupan masyarakat setempat. Tidak jarang, nilai-nilai lokal dan religiusitas masyarakat mengalami pergeseran akibat interaksi yang intens dengan budaya luar.

Dari sisi lingkungan, pembangunan kawasan wisata sering kali mengorbankan kelestarian alam. Alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan aktivitas manusia berpotensi merusak ekosistem yang sebelumnya terjaga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jika tidak dikelola dengan bijak, pariwisata justru dapat menjadi faktor yang merusak keseimbangan alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Pariwisata dalam Perspektif Islam: Sarana Syiar, Bukan Sekadar Bisnis

Dalam pandangan Islam, pariwisata bukanlah aktivitas ekonomi, melainkan sarana untuk memperkuat keimanan dan mengenalkan kebesaran Allah Swt. Keindahan alam merupakan tanda kekuasaan-Nya, yang seharusnya mengantarkan manusia pada kesadaran spiritual, bukan menjadi objek komersialisasi.

Pariwisata juga dapat menjadi media syiar, memperkenalkan nilai-nilai Islam yang luhur, serta memperkuat identitas masyarakat muslim. Oleh karena itu, pengelolaannya harus selaras dengan tujuan menjaga akidah, kesejahteraan umat, dan kelestarian alam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, ketika pariwisata dikelola dengan paradigma sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, orientasinya bergeser menjadi semata-mata mencari keuntungan ekonomi, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan nilai-nilai Islam.

Saatnya Mengembalikan Arah Pembangunan

Fenomena meningkatnya pariwisata di Kuningan seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan atau besarnya investasi yang masuk, tetapi juga bedasarkan tinjauan hukum syariat.

Dalam Syariat Islam, Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan tidak mengorbankan rakyat, tidak merusak ketahanan pangan, dan tidak melemahkan identitas masyarakat muslim.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lebih dari itu, diperlukan perubahan paradigma dalam pengelolaan sektor pariwisata, dari yang berorientasi pada keuntungan semata menjadi pengelolaan yang berlandaskan syariat Islam. Dengan demikian, pariwisata bisa menjadi sarana memperkuat akidah, menjaga kesejahteraan masyarakat, dan melestarikan alam.

Tanpa perubahan mendasar dalam arah dan landasan pengelolaan, pariwisata hanya akan menjadi simbol pertumbuhan semu. Tampak menjanjikan di permukaan, tetapi menyisakan persoalan mendalam bagi masyarakat.***

Penulis : Lilis Suryani (Guru dan Pegiat Literasi)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Ragam

KUNINGAN(MASS) – Di kawasan objek wisata Cibulan, terdapat daya tarik unik yang menarik perhatian pengunjung, yaitu Ikan Dewa yang terkenal dengan banyak mitos. Berbeda...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di tengah pesatnya dinamika industri pariwisata di Kabupaten Kuningan, Desa Cisantana muncul sebagai prototipe keberhasilan tata kelola wisata berbasis komunitas (Community...

Editorial

KUNINGAN (MASS) – Setelah pada tahun 2025 menginisiasi 2 Raperda, DPRD Kabupaten Kuningan kembali mengusulkan 2 Raperda di tahun 2026 ini. Hal itu disampaikan...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Pemasukan pajak dari sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Libur Natal dan Tahun Baru 2026, terhitung dari 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 menjadi momen penting bagi sektor pariwisata...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kondisi Gunung Ciremai yang dulunya dipuja sebagai “ibu” yang diam dan memberi, kini diperlakukan seperti etalase swalayan. Setiap sudutnya diberi harga,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso, angkat bicara perihal sentilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, terhadap...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Dua Hotel di Kecamatan Cigugur menjadi tempat menikmati malam tahun baru di Kuningan karena dekat dengan kawasan wisata populer. Selama malam...

Bisnis

‎‎KUNINGAN (MASS) – Buat kalian yang masih bingung cari tempat healing akhir pekan yang nyaman, udara sejuk, tapi fasilitasnya tetap on point bareng keluarga?...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi pada momen Natal dan Tahun Baru kali ini adalah Waduk Darma. Di tempat ini,...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Kawasan wisata di kaki Gunung Ciremai masih jadi magnet pengunjung selama libur Natal dan tahun baru ini. Bahkan, satu tempat wisata...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah kawasan wisata dan tempat ngopi di wilayah Cisantana, Kabupaten Kuningan, terpantau masih belum ramai dikunjungi wisatawan meski telah memasuki masa...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Cukup dengan bayar 3 ribu rupiah pemandangan eksotis waduk darma bisa dinikmati dari Taman Desa Jagara Kecamatan Darma. Kawasan wisata Waduk...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan melaksanakan pemasangan rambu-rambu penunjuk arah objek wisata di sejumlah jalur strategis wilayah Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik terkait pembukaan jalan yang disebut-sebut menyerupai sirkuit serta penggunaan alat berat di kawasan lereng Gunung Ciremai akhirnya dijawab oleh manajemen...

Wisata

BOGOR (MASS) – Potensi wisata Kabupaten Kuningan jadi salah satu hal yang dibahas dalam kegiatan SILOKA (Silaturahmi Organisasi Ke-Kuninganan) yang digelar oleh Ikatan Pemuda...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Mustofa Abdullah, seorang pelaku industri kreatif film yang berdomisili di Taman Ciharendong Kencana, Cigintung, Kuningan, punya pandangan tersendiri untuk kondisi terkini...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) — BUMDes Jaya Abadi Desa Cijagamulya Kecamatan Ciawigebang baru saja melaunching program ketahanan pangan bidang perikanan baru-baru ini. Kegiatan ini berlangsung di...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok 13 Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menggealr observasi ke objek wisata Bagarurung...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Wacana munculnya tagline baru untuk promosi pariwisata Kabupaten Kuningan menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Diketahui ada tiga usulan tagline yang mengemuka,...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Desa Garawangi terus berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui sektor peternakan sebagai sumber pangan masyarakat. Hal itu merupakan salah satu program...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi, disalurkan Pemerintah Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Perjalanan menuju tempat pelantikan rotasi pejabat tinggi di lingkup Pemkab Kuningan, Jumat (13/6/2025) siang ini, tidak hanya berbeda dari biasanya karena...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Perayaan adat Seren Taun tahun ini akan tetap dilaksanakan meski dalam suasana berkabung pasca ditinggal sesepuh Paseban Tri Panca Tunggal, Rama...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kuningan tunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan dengan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya terus berbenah untuk mewujudkan statusnya sebagai Desa Wisata yang telah ditetapkan secara resmi melalui SK. Salah...