Layanan Pemulihan dari Kecanduan Narkoba; Jaya Artasena Keluarga Punya Metode Khusus, Gabungkan Dokter Medis, Hipnoterapi Hingga Psikologi

KUNINGAN (MASS) – Menghilangkan kecanduan dari penyalahgunaan Narkoba atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) memang tidak mudah. Selain faktor tekad yang kuat, dibutuhkan juga treatmen yang benar untuk lepas dari jeratan barang haram tersebut. Untuk membantu masyarakat yang kadung kecanduan itulah, Yayasan Rehabilitasi NAPZA Jaya Artasena Keluarga, pusat rehabilitasi, hadir di Kuningan, Jawa Barat.

Mengusung semangat “Mendampingi Pemulihan, Mengembalikan Harapan, Membangun Keluarga Lebih Kuat,” Jaya Artasena Keluarga menyediakan pendekatan rehabilitasi yang menggabungkan aspek medis dan psikologis.

Layanan diawali dengan screening dan assessment oleh dokter tersertifikasi bidang adiksi & Assesor, kemudian dapat dilanjutkan dengan pendampingan oleh psikolog klinis serta dilanjutkan dengan terapi, antara lain hipnoterapi, terapi simptomatik dan substitusi, Beberapa metode juga digunakan untuk mendukung pemulihan, diantaranya Motivational Interviewing (MI), serta Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

Selain layanan rawat jalan, yayasan ini juga menyediakan fasilitas rawat inap dengan suasana yang dirancang untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung proses pemulihan.

“Kami percaya setiap individu berhak atas kesempatan kedua untuk hidup yang lebih baik.” dr Ade Cindra Rf, MARS, tenaga medis Jaya Artasena Keluarga, Minggu (13/11/2026).

Jaya Artasena Keluarga, lanjutnya, menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam perjalanan pemulihan. Sebab, rehabilitasi bukan hanya tentang menghentikan penggunaan zat, tetapi juga mengembalikan fungsi individu, membangun kembali kepercayaan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih produktif.

Dengan tenaga ahli bersertifikasi, ia menjamin pendekatan yang dilakukan Jaya Artasena selalu humanis, didampingi konselor adiksi selama masa rawatan,Ia menegaskan,  Jaya Artasena Keluarga berkomitmen menjadi ruang pemulihan yang tidak menghakimi, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. (eki)