KUNINGAN (MASS) – Kualitas air PAM Tirta Kamuning dikeluhkan salah seorang warga Desa Kertaungaran Kecamatan Sindangagung, Agus Mulya. Ia terpaksa harus merawat pompa air sumurnya untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.
Pantauan KuninganMass, Agus memanggil tukang servis untuk membetulkan alat pompa air miliknya. “Di rumah ini kan ada sumurnya. Jadi kita pakai air dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi kita juga udah lama pasang PAM,” kata Agus, Kamis (24/9/2026).
Belum lama ini, alat pompa airnya mengalami kerusakan. Guna mencukupi kebutuhan mandi dan lainnya, Agus pun menggunakan air PAM. Namun karena airnya keruh dan membuat badannya gatal-gatal, ia pun memanggil tukang servis agar bisa kembali menggunakan air sumur.
“Kalau air sumur mah bening, bagus. Gak terlalu dalem. Kemarin kemarin kita pakai air PAM tapi ternyata keruh dan bikin badan gatal-gatal. Jadi kita benerin aja pompa airnya, mau kembali pakai air sumur,” tuturnya.
Senada dengan Agus, Noviyanti yang kebetulan tetanggaan, mengeluhkan kondisi keruhnya air PAM. Ia mengungkapkan, kondisi tersebut sudah berlangsung lama.
“Sebagus-bagusnya air PAM itu tetep berwarna agak kuning, kalaupun gak keruh. Dan terkadang bau kaporitnya begitu menyengat. Ini mungkin karena sumbernya dari waduk darma yang membutuhkan pengolahan sempurna. Beda kalau sumbernya dari Palutungan atau Linggarjati,” kata Novi.
Ketika dikonfirmasikan, Humas PAM Tirta Kamuning, Aro, menjawab bahwa keruh itu dimungkinkan karena pasca pekerjaan perbaikan ada sisa-sisa air keruh akibat pekerjaan yang masih masuk.

“Sampai saat ini, petugas sedang melaksanakan pengurasan washout sebagai langkah antisipasi air keruh pasca pekerjaan perbaikan,” kata Aro, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Tak lama berselang, Aro juga menunjukkan laporan di lapangan sekitar keluhan, tengah dilakukan washout. Nampak ada air yang agan keruh, dan sambungan yang sudah lebih bersih. Pun dengan hasil akhir yang akhirnya cukup bersih. (eki/deden)