Lampaui Target Awal, Program PTSL Kuningan Diperluas, Sasar 46 Ribu Bidang Tanah

KUNINGAN (MASS) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 di Kabupaten Kuningan menunjukkan capaian positif, bahkan melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah sebanyak 35.000, kini ditambah 11.000 jadi total 46.000 bidang tanah.

Suksesnya pelaksanaan PTSL di daerah ini tak lepas dari kinerja Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Kuningan yang dinilai cepat dan responsif. Berkat capaian positif tersebut, Kabupaten Kuningan dipercaya untuk menerima tambahan kuota sertifikasi tanah gratis bagi warga.

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (Kasi PHP) ATR/BPN Kuningan, Susan Suharjana, SH, MH, membeberkan BPN Kuningan awalnya dipatok target sebanyak 35.000 bidang tanah pada tahun ini. Namun, karena ada beberapa kota atau kabupaten lain di Jawa Barat yang tidak terpenuhi targetnya, kuota tersebut dialihkan ke Kuningan.

“Tahun ini target awal kita 35.000 bidang. Namun karena ada kabupaten/kota lain di Jawa Barat yang tidak bisa memenuhi target dan progres Kuningan sangat baik, kita dapat tambahan 11.000 bidang. Jadi total target PTSL tahun ini menjadi 46.000 bidang,” ujarnya saat ditemui kuninganmass.com Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, berkas tanah masyarakat yang sudah terkumpul telah mencapai angka 43.055 bidang. Pihak BPN memastikan sisa kekurangan sekitar 3.000-an bidang tanah lagi sedang dalam proses perapihan administrasi. 

“Data per 19 Oktober itu sebanyak 43.055 bidang. Jadi masih ada kurang 3000an. Tetapi sebetulnya yang 3.000 ini berkas sudah secara bertahap masuk, kita tinggal input datanya,” tambahnya.

Tak hanya sekadar mengumpulkan berkas, hingga sekarang sebanyak 32.250 sertifikat tanah milik warga Kabupaten Kuningan sudah selesai dicetak secara resmi oleh BPN. Sebagian besar sertifikat yang telah rampung dicetak sudah diserahkan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat di desa-desa.

“Kemudian yang sudah terbit sertifikat sudah tercetak itu 32.250 dan sebagian besar sudah diserahkan ke masyarakat, kemudian yang sisanya dalam proses,” tambahnya.

Susan menegaskan seluruh rangkaian program PTSL ini diikat oleh rentang tahun anggaran. Ia optimistis seluruh target pencetakan hingga pembagian sertifikat tanah akan tuntas seratus persen sebelum berganti tahun, atau paling lambat pada awal tahun mendatang.

“Tapi karena PTSL ini programnya berbasiskan tahun anggaran, jadi insyaalloh di akhir tahun ini atau paling telat awal tahun depan itu sudah selesai semua 46.000 dan sudah diserahkan ke masyarakat,” pungkasnya. (raqib)