KUNINGAN (MASS) – Setelah sempat menjadi sorotan publik akibat kendala operasional yang dialami, Koperasi Bumela mengambil langkah transparansi kepada para anggotanya. Koperasi Bumela baru saja melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Rabu (29/4/2026), sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus di tengah tantangan yang sedang dihadapi.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai perwakilan pengurus dari setiap ranting. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian kepada para anggota mengenai status koperasi yang belakangan ini kerap diperbincangkan karena masalah keuangan yang tersendat.
H. Surlan bendahara Koperasi Bumela mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, meski situasi sedang sulit, kehadiran para perwakilan anggota menunjukkan komunikasi antara pengurus dan anggota masih terjalin dengan sangat baik.
“Alhamdulillah tadi RAT lancar dan kondusif, yang hadir perwakilan dari setiap ranting untuk mendengarkan laporan dan perkembangan terbaru dari koperasi kita,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Koperasi.
Dalam rapat tersebut, pengurus tidak menampik saat ini Koperasi Bumela masih memiliki sejumlah persoalan, terutama terkait pencairan hak-hak anggota yang mengalami keterlambatan. Fenomena ini diakui mirip dengan kendala yang dialami oleh beberapa koperasi lain di wilayah Kuningan dan sekitarnya.
Untuk menyelesaikan segala permasalahan keuangan tersebut yaitu dengan melakukan pelepasan atau penjualan aset yang dimiliki oleh koperasi. Elon menjelaskan saat ini proses penjualan aset tersebut terus berjalan. Bahkan, sudah ada beberapa pihak calon pembeli yang melakukan negosiasi.
“Permasalahan ini akan terselesaikan begitu aset yang kita miliki terjual. Sebenarnya sudah ada beberapa yang bernegosiasi, tapi belum sepakat di harganya,” tambahnya.
Melalui hasil RAT ini, pengurus meminta para anggota untuk tetap tenang dan bersabar menunggu proses negosiasi aset selesai. Pengurus berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru secara transparan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang bisa merugikan citra koperasi lebih jauh.
“Iya dengan terlaksananya RAT ini, kami terus berharap bisa memulihkan kepercayaan anggotanya secara perlahan. Fokus utama saat ini memastikan aset terjual dengan harga terbaik agar seluruh persoalan “macet” bisa tunas,” pungkasnya. (raqib)