KUNINGAN(MASS) – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK), Wirya Nurfatahurrizki, menyoroti pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun perlu dikawal agar tetap berpihak kepada masyarakat desa.
Wirya mengatakan Kopdes Merah Putih merupakan program strategis pemerintah yang lahir melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program ini menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi desa.
“Pendirian Kopdes Merah Putih yang diakselerasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 merupakan salah satu megaproyek ekonomi ambisius pemerintah Indonesia saat ini. Dengan target masif mendirikan 80.000 unit koperasi di seluruh penjuru negeri,” tuturnya kepada kuninganmass.com, Selasa (20/7/2026).
Ia menilai kehadiran koperasi seharusnya menjadi wadah bagi petani, pelaku UMKM, dan produsen lokal untuk memasarkan hasil produksinya. Dengan begitu, perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat desa.
“Megaproyek yang digagas visi presiden untuk menciptakan kesejahteraan harus meningkatkan ekonomi lokal petani, UMKM, dan produsen lokal agar benar benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Namun, menurut Wirya, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Ia melihat sejumlah koperasi justru lebih banyak menjual produk pabrikan dibandingkan produk hasil usaha masyarakat setempat.
“Rak-rak yang tersusun rapi itu kini terisi penuh oleh produk pabrikasi. Hal ini jauh dari orientasi konsolidasi produsen rakyat menjadi terminal distribusi barang barang oligarki,” paparnya.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menggeser tujuan awal pembentukan Kopdes Merah Putih. Koperasi dikhawatirkan hanya menjadi jalur distribusi produk perusahaan besar, sementara pelaku usaha lokal belum mendapatkan ruang yang cukup.
“Program yang membawa janji populis memperkuat ekonomi pedesaan dari bawah dan menjadi pilar kedaulatan pangan nasional. Namun, saat bangunan berdiri tegak dan kokoh beroperasi di beberapa daerah, nyatanya menimbulkan sebuah anomaly,” pungkasnya. (raqib)