KUNINGAN (MASS) — Tasyakuran Ngunduh Mantu putra sulung Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah (YHK) Kuningan, K.H. Imam Nur Suharno, M.Pd.I., yang digelar di Gedung Sebaguna (GSG) Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Senin (9/2/2026), berlangsung khidmat, tertib, dan penuh nuansa pesantren.
Di balik suksesnya acara besar yang dihadiri para tokoh, pimpinan pesantren, serta pejabat daerah tersebut, tampak peran penting dan keteladanan kepemimpinan Mudir HK 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., dan Mudir HK 2, KH. Fauzi Muhammad Ali, Lc., dalam menyambut para tamu undangan, khususnya kehadiran Bupati Kuningan beserta rombongan.
Sejak kedatangan tamu kehormatan, kedua mudir terlihat sigap berada di barisan depan, memastikan penyambutan berlangsung hangat, tertib, dan sesuai adab pesantren. Dengan penuh takzim, keduanya menyambut langsung para tamu, mengantarkan ke tempat yang telah disiapkan, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa mengganggu kekhidmatan prosesi ngunduh mantu.
Sikap rendah hati, tutur kata yang santun, serta gestur pelayanan yang penuh hormat mencerminkan nilai-nilai tarbiyah yang selama ini menjadi ruh pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kesigapan tersebut bukan sekadar bentuk profesionalitas, melainkan wujud nyata adab dalam memuliakan tamu—sebuah tradisi luhur yang terus dijaga dalam lingkungan pesantren.
Kehadiran para tokoh penting, mulai dari pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan, pimpinan yayasan pesantren, hingga para kiai dan sesepuh, disambut dengan pelayanan yang sama: ramah, teratur, dan penuh keikhlasan.
Momentum tasyakuran tersebut kian bermakna dengan peluncuran buku ke-66 karya K.H. Imam Nur Suharno berjudul “51 Materi Pilihan Kultum Ramadan”, yang menjadi simbol harmonisasi antara kebahagiaan keluarga dan keberlanjutan dakwah. Dalam suasana bahagia itu, kesigapan dan adab para pimpinan pesantren menjadi teladan bahwa kepemimpinan sejati tercermin dari pelayanan, ketawadhuan, dan kesiapan melayani umat. (didin)








