Kabar Terbaru JLTS Ancaran-Kadugede: Ada Tambahan Lahan 3,2 Hektare

KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kabupaten Kuningan yang menghubungkan kawasan Ancaran hingga Kadugede terus dimatangkan. Sejumlah persiapan, mulai dari administrasi, pembebasan lahan hingga sosialisasi kepada masyarakat, kini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Camat Kadugede Jujun Hendria MSi, mengatakan baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengelar koordinasi terkait pembangunan JLTS bersama stakeholder terkait. Menurutnya, rapat itu salah satunya membahas kesiapan administrasi pemerintahan sebagai bagian dari persiapan pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pemerintah kecamatan dan desa di wilayah Kadugede, kata dia, turut diminta membantu mengondusifkan masyarakat yang wilayahnya terdampak rencana pembangunan.

“Kami tentu dari pihak diwilayah, sebagai Camat, kepala desa tentunya, diminta bantuan untuk supaya bisa mengondusifkan masyarakat. Secara umum masyarakat tidak ada keberatan malah sangat mendukung, karena dengan adanya akses ini tentu memangkas jalur transportasi, memudahkan mobilitas logistik dan sebagainya,” ujar Jujun, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, dalam perkembangan persiapan pembangunan JLTS, terdapat kebutuhan tambahan lahan sekitar 3,2 hektare di wilayah Kadugede.

Jujun menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, tambahan lahan itu berkaitan dengan kebutuhan keamanan konstruksi, terutama untuk penanganan elevasi dan kemiringan tanah.

“Informasinya dari Pak Kadis PUTR itu ada 3,2 hektare. Kami berarti ada tugas tambahan lagi untuk menyosialisasikan kepada pemilik tanah yang diduga akan terkena perluasan. Tapi itu bukan untuk luasan pembangunan infrastrukturnya,” jelasnya.

Menurut Jujun, lahan tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan elevasi dan kemiringan agar setelah jalan dibangun tidak menimbulkan persoalan, termasuk potensi longsoran.

“Tanah yang itu pasti digunakan untuk keamanan elevasi kemiringan, jangan sampai nanti setelah dibangun muncul longsoran,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Kadugede bersama pemerintah desa selanjutnya akan mengidentifikasi bidang tanah yang kemungkinan terdampak tambahan kebutuhan lahan tersebut.

Setelah identifikasi dilakukan, masyarakat pemilik lahan akan diundang untuk mendapatkan penjelasan. Sosialisasi tersebut nantinya akan melibatkan dinas terkait.

“Kami hanya jadi fasilitator di wilayah supaya progres atau proyek-proyek strategis Kabupaten ini berjalan sesuai dengan waktunya dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” kata Jujun.

Terkait kapan pembangunan JLTS mulai dilakukan, Jujun menyampaikan informasi yang diterimanya dari Kepala Dinas PUTR mengarah pada pelaksanaan groundbreaking sekitar pertengahan hingga akhir Desember. Namun, ia menegaskan kepastian waktu groundbreaking menjadi kewenangan pihak terkait di tingkat Kabupaten Kuningan.

“Informasi kemarin itu diupayakan kalau Pak Kadis bilang di akhir bulan Desember, pertengahan bulan Desember. Tapi informasi lebih jelasnya ke Pak Kadis saja, groundbreaking-nya,” ujarnya.

Jujun menyambut baik rencana pembangunan JLTS yang akan melintasi wilayah Kecamatan Kadugede. Ia berharap kehadiran jalan tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

“Ini prestasi yang luar biasa, kebanggaan kita semua dari Kecamatan Kadugede bahwa lokasi kita akan dijadikan jalur untuk JLTS,” katanya.

Ia berharap akses baru tersebut dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, termasuk sektor UMKM. (didin)