Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Sport

Jual Beli Serangan, Laga Club 80,s Versus Eks Soeratin 78 Hanya Hasilkan Tiga Gol

KUNINGAN (MASS)- Senin (7/6/2021) sore yang cerah di Lapangan Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung berlangsung pertandingan seru antara Club 80,s dengan eks Soeratin 78.

Pertandingan yang dipimpin wasit Adi Santana itu dimulai pukul 4 sore. Kedua tim meski tidak tampil full team karena para pemainnya sibuk mencari nafkah (siga Bang Toyib wae), tapi laga tetap berlangsung menarik.

Tim eks Soeratin 78 sendiri diisi gabungan pemain senior dan para pemain Pesik, seperti Edi Kampak, Kusnara, Fajar, Adam, Anas dan sebagainya.

Sedangkan pemain Club 80,s berisi pemain kelahiran 79, 80 dan juga para pemain muda. Mereka dipimpin oleh Duan Juan asal Lengkong Kukuy, ada juga Nono, Didi,Ari, Gunawan, Agus, Asep Bule, Roni, Yusron, Reza, Erhan, Tegar, Sandi, Panca.

Begitu pluit dibunyikan kedua tim langsung melakukan inisiatif serangan. Jual beli serangan berlangsung sehingga pertandingan menarik dan enak di tonton.

Para penoton pun yang hadir pun ada sekitar ratusan mata (karena kalau sepasang mata maka yang hadir hanya ada 50 orang hehe garing bodornya).

Serang dari Eks Soeratin lebih banyak dari sektor sayap kanan yang ditempati Edi Kampak. Mantan pemain Pesik yang dimasa jaya dikenal tukang “jagal” itu selalu merepotkan pertahanan Club 80,s.

Umpan-umpan dari sayapnya selalu memanjakan pemain depan. Padahal Edi Kampak sendiri dulu dikenal sebagai stoper tangguh lugas, keras dan tanpa kompromi.

Tapi sekarang mah permainan pria yang berkerja di PDAM Kuningan itu santuy sepertinya ia banyak nonton sinetron hidayah (ha ha ha).

Tapi permain santuy dan matang itu tidak terlepas dari slogan tim Eks Soeratin 78 yakni Ngumpul, Ngopi, Ngesang dan Ngawedang sehingga selalu santuy karena memang ajangnya silaturahmi dan olahraga.

Duetnya dengan Kusnara merepotkan tim Club 80,s. Pendek kata permainan mereka mirip H Supardi dan H Ridwan tuk tek (sanes tik tak dan kita mah urang Sunda).

Meski banyak menyerang gol pertama justru  dicetak Club 80,s. Blunder pemain belakang membuat Tegar dengan mudah memasukan bola.

Pemain belakang eks Soertin 78 sendiri diisi oleh Fajar. Ia  putra dari legenda hidup Pesik  yakni Jaka Chaerul (Kadishub Kuningan).

Sedikit mengulas tentang Fajar yang merupakan  bintang Kuningan yang meredup (siga lampu waenya he he). Ia sebenarnya pemain masa depan Pesik.

Posternya ideal dan tampan lah, tapi nasibnya kurang mujur. Cedera kaki dibagian lutut membuatnya harus mengubur mimpi jadi pemain profesional.

Padahal pemain seangkatannya seperti Dhika Bayangkara,kini menjadi kiper Persib.

Kembali ke pertandingan pasca gol dari Tegar yang dikenal sebagai pemain Futsal tim Kabupaten Kuningan itu, tim lawan langsung menyerang.

Banyak peluang 24 karet yang gagal dikonversi menjadi gol. Sehingga pemain tersebut “dicarekan” oleh teman-temannya.

Gol yang dinanti akhirnya tiba, bola liar karena kesalahan pemain belakang Club 80,s akhirnya berhasil dikonversi menjadi gol indah melalui kaki kiri, sehingga babak pertama skor (1-1).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Memasuki babak kedua terjadi banyak pergantian  pemain dan laga pun berlangsung seru.

Ternyata  keberuntungan berpihak kepada Club 80,s setelah Erhan yang menyisir dari sayap kanan  berhasil membobol kiper dadakan Kusnara Pagliuca.

Kiper utamanya cedera tangan sehingga digantikan oleh Kusnara Pagliuca. Skor pun menjadi 2-1.

Meski Adam adug lajer ingin memasukan gol tapi bola tak kunjung masuk. Mungkin Adam mainnya tidak serius karena kalau lagi edan-edanya ia adalah striker hebat dan andalan Pesik.

Kusnara  yang berkerja di Kecamatan Cibingbing usai pertandingan mengaku, resep gawangnya tidak kebobolan adalah ia banyak nyambat (memanggil ha…  ha ha ha) Gian Luca Pagalica kiper Italia era 90-an.    

“Tolong catat, saya kiper dadakan yang nyaris perawan,” ujarnya pria yang dikenal suka humor dan juga Pelatih SSB di Purawasari itu.

Terpisah, duet Manajer Club 80,s Yudi Agan dan Asep BRD, mengaku puas dan terhibur dengan pertandingan ini.

“Kami berdua tadinya mau maen tapi habis dari Bandung ada keperluan. Faktor utamanya sih tadi ditakut-takuti kalau kondisi tidak fit jangan maen nanti kena bisa struk,” ujar Yudi sambil tertawa lepas yang tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para senior di eks Soeratin 78. (agus)

   

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

PAM

Bank Kuningan

PD

PKB

Advertisement
Advertisement
Print
Advertisement

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS) – Membludaknya Kolam Jaring Apung (KJA) di Waduk Darma menjadi perhatian dan dalam kurun waktu 2 tahun kedepan akan berkurang karena akan...

Government

KUNINGAN (MASS)-  Meski terjadi kenaikan kasus, tapi kenaikan terbilang tidak tinggi. Sebagai bukti  untuk update tanggal 21 September kenaikan positif covid-19 hanya  genap orang....

Anything

KUNINGAN (MASS) – Deklarasi penolakan LGBT yang dilakukan elemen masyarakat dan beberapa LSM pada Minggu (19/9/2021) kemarin, didukung dan diapresiasi Gerakan Persaudaraan Islam Indonesia...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dikait-kaitkannya kasus ‘sapi pokir’ dengan kemunduran dirinya dari parlemen daerah, mendapat penjelasan langsung dari Deki Zaenal Mutaqin. “Saya senang dan bangga...

Advertisement