Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Jodi Viral Pas Musim Haji

KUNINGAN – Kolong Ciremai Institut (Konci) bekerjasama Villa Kampung Gunung dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan menggelar refleksi perayaan Id Qurban dan Ibadah Haji di Villa Kampung Gunung, Gunungkeling, Kuningan.

Tiga narasumber dihadirkan dalam acara itu, diantaranya, Amin Suparmin dari unsur praktisi pendidikan sekaligus alumni HMI, Asep Ridwan Murtadoillah unsur intelektual muda Nahdlatul Ulama, dan Maman Sulaeman unsur intelektual muda Muhammadiyah.

Tiga narasumber ditengahi oleh Sopandi, sang moderator yang juga Koordinator Konci. Ketiganya menyampaikan refleksi tentang tema yang dipilih, yaitu Haji vs Kemiskinan di Kuningan.

Menurut Sopandi, tema tersebut dipilih sebagai kata kunci diskusi karena sangat dekat dengan fenomena yang hangat terjadi di Kuningan.

Hadir juga dalam kesempatan itu Rektor Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, aktivis mahasiswa perwakilan BEM, HMI, IMM, PMII, juga pegiat budaya, termasuk tokoh agama. Diawali sejak pukul 20.00 Wib, diskusi tersebut ditutup sekitar pukul 23.00 WIB.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kasus Jodi yang sangat menyayat hati akhir Juli lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan, muncul ketika seribu jemaah haji Kuningan baru saja dilepas oleh pemkab,” kata Sopandi, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, jumlah jemaah haji dan jumlah warga miskin di Kuningan seolah terus bersaing ketat. Persaingan tersebut membuat para aktivis Konci gelisah karena tidak sesuai dengan hikayat yang ada dalam tradisi Islam, dimana salah satu kemabruran haji diukur dengan seberapa tinggi kepedulian warga terhadap sesama.

“Ada cerita seorang sahabat tidak jadi pergi haji tapi mendapat stampel haji mabrur. Stampel itu dia dapatkan karena menolong seorang ibu yang kelaparan. Hikayat ini seolah tidak terjadi di Kuningan karena jumlah haji yang cukup banyak tidak sebanding dengan menurunnya jumlah kemiskinan,” tuturnya.

Refleksi tersebut digelar, menurutnya, bukan untuk menyoal pelaksanaan ibadah haji. Pihaknya menilai pelaksanaan ibadah haji merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam yang sudah mampu. Hanya saja, diskursus tentang ibadah haji penting terus digali dan dikembangkan supaya pelaksanaannya tidak sebatas ritual dan formalistik.

“Tafsir tentang keharusan dan pelaksanaan ibadah haji sangat beragam. Itulah yang menumbuhkan niat kami untuk terus menggali, supaya calon-calon jemaah haji yang hadir di diskusi ini, yang entah kapan akan berangkatnya, bisa merefleksikan makna terdalam atau hakikatnya selain melaksanakan ibadah secara formal dan ritual,” tuturnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pemaknaan yang hakiki, lanjutnya, sebagaiamana diharapkan oleh banyak pihak yaitu ada perubahan kepribadian yang lebih baik antara sebelum dan sesudah ibadah haji. Salah satu contohnya, jika sebelum haji tidak memiliki kepedulian terhadap sesama, bisa berubah menjadi sosok yang dermawan dan rela membagi hartanya untuk kepentingan bersama.

“Begitupun dengan ibadah qurban, mudah-mudahan tidak hanya ramai setahun sekali, melainkan menjadi kebiasaan baik yang berlanjut tanpa mengenal waktu sehingga berdampak pada perbaikan kondisi sosial,” ungkapnya.

Narasumber diskusi, Amin Suparmin menjelaskan rangkaian ibadah haji mulai dari niat, memakai pakaian ihram, dan sejumlah ritual lainnya. Menurutnya, selaian sebagai gerakan fisik, setiap rukun dan syarat haji memiliki makna simbolis yang aplikasinya tidak boleh henti hanya selama di tanah suci.

“Banyak larangan selama pelaksanaan ibadah haji, atau rukun dan syarat lainnya, sejatinya hal itu menjadi pola hidup yang juga dilakukan atau diaplikasikan ketika sudah kembali ke tanah air,” kata Amin.

Sementara, Asep Ridwan menambahkan, pelaksanaan ibadah haji merupakan kategori khusus bagi yang mampu. Menurutnya, ketentuan mampu tidak hanya dalam bentuk materi dan fisik, melainkan kemampuan menembus hijab antara manusia dengan Tuhan. Kemampuan tersebut akan sangat berpengaruh pada pemaknaan ibadah haji yang tidak hanya ritual formalistik, melainkan lebih esensial.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ibadah haji khusus bagi yang mampu. Mampu bukan hanya fisik dan harta, melainkan kemampuan batin bagaimana menyelami maksud dari pelaksanaan ritual tersebut,” tuturnya.

Selain keduanya, narasumber ketiga, Maman Sulaeman lebih menegaskan para konsistensi kepribadian yang lebih baik ketika sebelum dan sesudah ibadah haji. Menurutnya, siapapun yang sudah melaksanakan ibadah haji atau berniat untuk melaksanakannya supaya konsisten menjalani hidup dalam bingkai tauladan kenabian, salah satunya nabi Ibrahim.

“Mengenai kemiskinan yang terjadi tidak hanya tugas para haji, melainkan tugas kita bersama. Semua pihak harus turun tangan membuat langkah nyata yang out of the box, bagaimana mencari solusi untuk masalah ini,” kata Maman. (deden/rl)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Business

KUNINGAN (MASS) – Moment libur sekolah bakal tiba sebentar lagi pada akhir tahun ini. Pergi umrah bersama keluarga, bisa menjadi pengalaman yang baik. Pergi...

Business

KUNINGAN (MASS) – Berangkat ke tanah suci, tentu menjadi cita-cita bagi semua muslim. Sayangnya, berangkat ke tanah suci (baik haji maupun umroh), kadang dibayang-bayangi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kuningan, melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Dinas Sosial pada Senin...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 374 orang rombongan pertama jamaah haji Kabupaten Kuningan, telah kembali dari tanah suci dan kembali ke tanah air. Sejak keberangkatannya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Makanan untuk jemaah haji Indonesia di Mekkah, dikeluhkan karena dianggap seperti paket hemat. Hal itu, dikeluhkan jemaah. Salah satu jemaah yang...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pada selasa (13/6) menyampaikan bahwa Maskapai Garuda Indonesia diminta menyediakan 80 kursi business class buat...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka datang dari pelaksanaan haji. Salah satu jemaah asal Kuningan yang sudah berangkat ke Mekkah, meninggal...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Pergi ke Mekkah untuk beribadah Haji dan Umrah, tentu menjadi impian semua ummat islam. Bedanya, untuk pergi haji waktunya ditentukan dan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, 40% masyarakat Indonesia seketika jatuh miskin bila penghitungan garis kemiskinan memanfaatkan ukuran yang direkomendasikan bank...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Prof Dr KH Aqil Siradj MA, nampak datang ke Masjid At Taqwa Desa Sukaharja Kecamatan Cibingbin, Sabtu (6/5/2023) kemarin. Mustasyar PBNU...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Ada klaim bahwa bahwa Kurs rupiah menguat 129 point di level 14.706 per dollar AS sebagai bentuk respon pasar atas diumumkannya...

Netizen Mass

JAKARTA (MASS) – Reformasi memasuki usia 25 tahun. Perubahan dari rezim otoriter ke rezim reformasi sudah berjalan sejak 1998-2023 tersebut diwarnai banyak warna. Ada...

Education

KUNINGAN (MASS) – Mengenakan pakaian putih bak baju ihram, ratusan siswa-siswi MTsN 3 Kuningan yang berada di Jalan Mayasih no 880 Cigugur, nampak menggelar...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kemiskinan sudah menjadi masalah yang mendarah daging dalam kehidupan manusia, hingga tidak ada satupun negara di dunia yang tidak memiliki penduduk...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Cum adsunt testimonia rerum, quid opus est verbist adalah sebuah adagium hukum yang mempunyai terjemahan berbunyi “Saat ada bukti dari fakta-fakta...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 410 jemaah haji kloter 9, tiba di Terminal Kertawangunan Kuningan, hari ini, Kamis (21/7/2022) sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangan tamu...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Jemaah haji asal Kabupaten Kuningan, dijadwalkan kembali ke tanah air mulai tanggal 21 Juli 2022 mendatang. Hal itu, disampaikan Kasi Haji...

Government

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan, akan segera memiliki gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT). Tempatnya di komplek belakang area KIC (Kuningan Islamic...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Bedasarkan data badan pusat statistika (BPS) persentase penduduk miskin di Kuningan meningkat dari tadinya 11,42% ditahun 2019 naik 1,42% atau menjadi...

Government

KUNINGAN (MASS) – Waiting list, daftar tunggu pemberangkatan haji calon jemaah haji Kuningan, bisa makin panjang jika pembatasan kouta haji terus diberlakukan. Pasalnya, sebelum...

Government

KUNINGAN (MASS) – Pemberangkatan calon jemaah untuk menunaikan ibadah haji dari Indonesia, dimulai 4 Juni 2022 mendatang. Pemberangkatan, dilakukan bertahap per-kloter. Termasuk dari Kuningan,...

Government

KUNINGAN (MASS) – Setelah 2 tahun lamanya pelaksanaan ibadah haji dibatasi ketat untuk seluruh negara, akhirnya tahun ini kembali dibuka meski tetap dengan pembatasan,...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – “Apakah bisa, dikatakan bahwa pemerintah daerah Kuningan hari ini tidak mampu mengatasi permasalahan yang sangat serius?” Dilansir dari data BPS Kuningan...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Ketua LSM Geram (Gerakan Rakyat Marginal) Rudi Idham Malik menyebut predikat-predikan yang menempel untuk Kabupaten Kuningan tak seharusnya terjadi. Rudi, mengomentari...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Meningkatnya pengangguran di Kuningan, turut dikomentari Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda, Rabu (24/3/2022) siang kemarin. Edo, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa...

Government

KUNINGAN (MASS)- Pemerintah melalui Menag Fachrul Razi memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun 2020. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga Indonesia....

Government

KUNINGAN (MASS) – Program Gema Sadulur pada APBD 2020 yang diajukan Kabupaten Kuningan ternyata dihapus berdasarkan hasil evaluasi Gubernur. Atas dasar hal tersebut, beberapa...

Advertisement