KUNINGAN (MASS) – JATMAN adalah ruhnya NU. Ungkapan itulah yang muncul saat pelantikan Idaroh Gusniyah Jam’iyyah Athlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) se-Kabupaten Kuningan, Sabtu (17/10/2026) siang tadi.
Pelantikan yang berbarengan dengan peringatan Hari Santri Nasional ke-X itu, diisi dengan pengambilan baiat 30 idaroh gusniah (pengurus tingkat kecamatan), serta pengajian dwi bulanan JATMAN Wustho Jawa Barat, pengajian bulanan JATMAN Syu’biyah Kabupaten Kuningan sekaligus pengajian Muslimat NU Kecamatan Sindangagung.
Kegiatan sendiri digelar di Ponpes Nurul Huda Kertawangunan Kecamatan Sindangagung. Acara dihadiri ratusan jemaah NU, baik itu pengurus JATMAN hingga ibu-ibu Muslimat NU.
Acara sendiri dibuka dengan hadoroh Buya KH Mansur Yunus. Pelantikan pengurus idharoh gusniyah se-Kabupaten Kuningan sendiri, dipandu langsung Sekretaris Wustho JATMAN Jawa Barat. Sementara ikrar baiat, dilakukan langsung oleh Mudir JATMAN Jawa Barat KH Endang Syamsudin.

Pasca baiat itulah, KH Endang Syamsudin menegaskan bahwa JATMAN adalah salah satu Badan Otomon (Banom) NU yang mewadahi para ulama, kyai yang suka mengamalkan Thriqoh atau ingin mengamalkan Thariqoh.
Pasca baiat itulah, KH Endang Syamsudin mengatakan bahwa Banom JATMAN, kerap disebut oleh para tokoh NU, sebagai ruhnya NU. JATMAN Bergerak spesifik di bidang kerohanian, bidang hati.
“Paling tidak JATMAN adalah salah satu yang terpenting. Kenapa? karena di JATMAN itu paling banyak kegiatannya mengolah jiwa mengolah hati,” kata KH Endang.
Dikatakan, sebenarnya sebagian kecil dari amalan Thariqoh itu lumrah ditemukan di masyarakat, seperti wiridan selepas shalat, meski tidak ikut baiat.
Sementara, panitia kegiatan sekaligus tuan rumah Ponpes Nurul Huda Kertawangunan, KH Muh Fahmi Fauzan, menyampaikan ucapan selamat datang pada seluruh jemaah yang hadir di Ponpes Nurul Huda Kertawangunan.

Kemudian, pihaknya juga dengan rendah hati meminta maaf, jika ada kekurangan dalam penjamuan dan pelaksanaan. Di luar itu, KH Fahmi Fauzan memohon doa untuk Ponpes Nurul Huda, agar menghasilkan santri santri yang shalih dan shalihah.
“Sesungguhnya kehadiran masayikh yang shalih dan shalihah, tidak ada yang kami pinta selian syafaatul udzma dari Rosulullah SAW meski kami menyadari banyak kekurangan dan hal hal yang perlu kami perbaiki,” ujarnya mengutip sebuah istilah, mewakili keluarga besar Ponpes Nurul Huda Kertawangunan.
Selain tokoh-tokoh diatas, nampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut, tokoh-tokoh JATMAN seperti KH. Zamzami Amin, KH. Anwar Hidayat, KH. Nanang Syukur Hidayat, KH Aziz Syamsuddin, KH. Wawan Irawan, serta perwakilan JATMAN dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Hadir juga Ketua PCNU Kuningan, jajaran Rois Syuriah PCNU Kuningan dan Muslimat NU. Serta hadir Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar yang diwakili Asda 1 Pemkab Kuningan, Drs Deniawan M Si. (eki)
