Jangan Salah Langkah! Begini Tips Atasi Anak Tersedak

KUNINGAN (MASS) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mengingatkan orang tua agar memahami langkah penanganan yang tepat ketika anak mengalami tersedak. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya kejadian tersedak pada anak yang menjadi perhatian bersama.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kuningan, dr Agah Nugraha, menjelaskan penanganan tersedak berbeda berdasarkan usia anak, yakni di bawah satu tahun dan di atas satu tahun.

“Umur di bawah satu tahun harus ditengkulapkan di lengan kita, ditepuk-tepuk punggungnya sebanyak lima kali. Kalau belum keluar juga, dadanya ditekan selama lima kali di antara puting, menggunakan dua jari,” ujar dr Agah, Senin (4/5/2026).

Untuk anak di atas satu tahun, penanganan disesuaikan dengan kondisi kesadaran anak. Jika masih sadar dan bisa batuk, orang tua diminta tidak panik.

“Kalau dia sadar, masih bisa batuk, bisa bicara, dorong anak untuk batuk keras. Jadi suruh batuk supaya mengeluarkan makanannya,” jelasnya.

Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi adalah justru menepuk punggung anak saat posisi berdiri ketika masih bisa batuk, yang malah berisiko membuat makanan semakin masuk bukan malah keluar.

“Jangan salah paham, jangan pas berdiri, masih batuk, bisa bicara ditepuk-tepuk punggungnya, itu malah mendorong makanan untuk masuk. Suruh anak batuk yang keras supaya keluar makanannya,” tambahnya.

Jika batuk tidak efektif, tindakan yang dapat dilakukan adalah hentakan perut (Heimlich maneuver), yakni dengan berdiri di belakang anak, melingkarkan tangan di perut, lalu melakukan tekanan ke arah dalam dan ke atas hingga lima kali.

“Ulangi langkah ini sampai keluar,” tuturnya.

Apabila anak tidak sadar lanjutnya, baringkan anak di permukaan yang rata, memberikan pertolongan darurat dengan teknik resusitasi jantung paru (RJP) sambil mengupayakan membuka jalan napas, dan segera menghubungi tim kesehatan.

dr Agah berharap, penanganan darurat tersebut dapat digunakan oleh seluruh masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (didin)